Info kajian & Acara

Hadirilah Kajian Ilmiah “Menjadi Muslim dan Muslimah Sejati”

Terbuka Untuk Umum Ikhwan dan Akhwat

TEMA:
Menggapai Makna Rahmatan Lil-Alamin

PEMATERI:
Ustadz Anung Al-Hamat, Lc, M.Pd, I (Pengamat Aliran Sesat)
Ustadz Nazirul Ghoby (Ketua Umum Lembaga Dakwah Front Bekasi Raya)

WAKTU:
Ahad 17-Februari 2013M (6 Rabiul Akhir 1434H)
Pukul. 08.30 wib S/d Selesai

TEMPAT: 
Masjid Al-Hikmah
Perum Irigasi Prima Raya, No. 01 Bekasi Jaya,
Bekasi Timur, Kota Bekasi Jawa Barat

Contact Person: 0812 1043 6337

One thought on “Info kajian & Acara

  1. Materi Iedul Fitri 1 Syawal 1434 H/Kamis, 08 Agustus 2013 M

    “ Hakikat Dan Makna Hari Raya Bagi Setiap Mukmin “

    Oleh: Al-Ustadz Anung Al Hamat, Lc, M.Pd, I *
    (Ketua MIUMI/Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Wilayah Jakarta)
    Editor: Al-Ustadz Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd (Aktivis Anti Pemurtadan)

    Assalaamu’alaikum warahmatullohi wabarokatuh,

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

    ‘Innalhamdalillaah, nahmaduhu wanasta’inuhu, wanastaghfiruh. Wana’udzubillaahiminsyururi anfusina waminsyay yiati a’malina, may yahdihillahu fala mudzillalah, wamay yut’lil fala hadziyalah. Asyhadu alailahaillallohu wah dahula syarikalah wa assyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh.Shalallohu’alaihi wa ‘ala alihi wa sahbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin illa yaumiddiin’.

    Fainna ashdaqal hadits kitabaLLAH wa khairal hadyi hadyu Muhammad Shalallohu’alaihiwassalam, wa syarral ‘umuri muhdatsatuha, Wa kullu muhdatsatin bid’ah wa kullu bid’atin dhalalah wa kullu dhalalatin fin nar… Ammaba’du

    – Mukadimah
    Hadirin jama’ah shalat idul fitri yang berbahagia.
    Hari ini jutaan kaum muslimin berkumpul dan bersatu padu. Mereka mengagungkan Alloh, mengesakan Alloh, memuji dan mensucikan Alloh swt.
    Mulai hari ini, bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berbagai keutamaan dan keistimewaan; penuh dengan berkah, rahmat dan ampunan Alloh, bulan dilipat gandakannya amal kebaikan, bulan dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.. Kini telah berlalu meninggalkan kita.
    الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
    Kaum muslimin jama’ah shalat ied yang berbahagia
    Setelah satu bulan sebelumnya kita berpuasa; menahan lapar, dahaga dan syahwat kini kembali kita dipertemukan dengan iedul fitri. Pada hari ini setiap muslim pada umumnya merasa bahagia dan gembira karena mereka telah selesai melaksanakan ketaatan kepada Alloh. Dan Dengan selesainya melaksanakan ketaatan tersebut mudah-mudahan termasuk ke dalam kalangan yang diampuni dosanya yang telah lalu oleh Alloh swt,
    من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
    ”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman dan keikhlasan (berharap mendapat pahala) maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari)
    قل بفضل الله ورحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون
    Katakanlah: “Dengan kurnia Alloh dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Alloh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Ali Imran: 58)
    لمغفرة من الله ورحمة خير مما يجمعون
    “Sungguh ampunan Alloh dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan”. (Ali Imran; 157).
    Kalau saja kemarin kita telah melaksanakan perintah Alloh; puasa di siang hari, shalat di malam hari, mengeluarkan zakat dan melaksanakan ketaatan kepada Alloh maka Insya Alloh kita berhak mendapat hadiah dan bonus dari Alloh, yaitu ketika di akhirat kita di panggil dengan seruan “Wahai orang yang berpuasa masuklah ke dalam surga melalui pintu Rayyan”.
    Bahkan Rasulullah saw memasukannya kedalam kelompok siddiqin dan syuhada sebagaimana dalam hadits yang shahih ketika ditanya oleh seorang arab badwi; “kamu termasuk siddiqin dan syuhada”, dalam riwayat Ibn Khuzaimah: ’Jika dia mati, maka termasuk kedalam kelompok Shiddiqin dan syuhada”.
    الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد.
    Ma’asyiral muslimin yang berbahagia
    Maka dalam kesempatan khutbah ini, perlu kiranya kita kembali memahami makna dan hakikat yang terkandung dalam iedul fitri.
    Pertama: Iedul Fitri dan korelasinya dengan ungkapan kebahagiaan
    Hari ini kaum muslimin di seantero dunia menampakan dzikir, pujian dan pengagungan kepada Alloh
    وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبّرُواْ اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah: 185).
    Hari ini merupakan hari raya, hari untuk meluapkan kegembiraan. Namun bukan berarti hari ini merupakan titik awal kita melepaskan diri dari ikatan-ikatan syari’at, dari ikatan aturan-aturan Alloh, bukan berarti kendor dalam beribadah dan beramal, karena hal itu justru akan menjadi bumerang bagi amal shaleh yang telah kita lakukan selama di bulan Ramadhan..
    Hari ini bukan berarti hari terbebasnya pandangan kita dari hal-hal yang dilarang, terbebasnya pendengaran kita, perkataan kita, makanan dan pakaian kita dari hal-hal yang diharamkan Alloh. Bahkan para ulama shaleh terdahulu mengawali iedul fitri dengan menundukan pandangan mereka dari yang diharamkan Alloh swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang bersedih ketika di hari raya. Dikarenakan kekhawatiran mereka kalau-kalau amalannya selama di bulan Ramadhan tidak diterima oleh Alloh swt. Karena Alloh berfirman: “Sesungguhnya Alloh hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Maidah: 27)
    الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، الله أكبر، الله أكبر، ولله الحمد
    kedua: Iedul fitri dan kaitannya dengan takbir yang dikumandangkan kaum muslimin di seantero dunia merupakan syi’ar yang besar di antara syi’ar Islam yang ada.. Allohu Akbar, Allohu Akbar, laa ilaaha illAllohu Alloh Akbar, Allohu Akbar walillahil hamd (Alloh maha besar, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Alloh, dan segala puji bagi Alloh)…
    Kalau kita perhatikan kalimat tersebut, maka ini merupakan pengakuan yang tulus bahwa Alloh maha besar di atas segala sesuatu yang menyelisihi syariat-Nya. Alloh maha besar dibandingkan dengan seluruh makhluq-Nya yang sombong, congkak, tidak mau ta’at dan tidak mau menyembah-Nya.
    Kalimat itu, kalimat tauhid (Laa Ilaaha IllAlloh), harus tertanam dalam hati sanubari kita..Tidak ada artinya keislaman kita tanpa akidah yang benar, tidak ada artinya ibadah kita tanpa diiringi tauhid. Tidak mungkin syirik dan tauhid bersatu, selamanya ia akan berpisah. Kalau pun bersatu maka keduanya akan bersatu sebagaimana bersatunya api dengan air.
    Kalimat itu mengajarkan kita untuk beribadah hanya kepada Alloh dan melepaskan diri kita dari segala bentuk sesembahan selain Alloh swt, tidak beribadah kecuali dengan yang telah disyariatkan Alloh dan tidak boleh beribadah sebagaimana ibadahnya kalangan yang menyimpang dari jalan Alloh.
    Ramadhan dan hari raya ini, mari kita jadikan sebagai moment untuk membersihkan jiwa dan hati kita dari noda-noda syirik. Sehingga amal yang telah kita lakukan tidak akan sia-sia. Karena kita khawatir sebagaimana yang disinyalir oleh Alloh dalam firman-Nya:
    وقدمنا إلى ما عملوا من عمل فجعلناه هباءً منثوراً
    “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (QS. Al Furqan: 23)
    Bahkan kepada Nabi saw pun Alloh berfirman:
    ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين
    “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (Az Zumar: 65).
    Rasulullah saw bersabda:
    من مات يدعو من دون الله نداً دخل النار
    “Barang siapa yang menyeru (meminta) kepada tandingan selain Alah maka dia akan masuk neraka” (HR. Bukhari). Oleh sebab itu, kemusyrikan dengan segala bentuknya jelas menyelisihi kalimat yang kita kumandangkan:
    الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر الله أكبر ، ولله الحمد .
    Ketiga: Hari raya dan kaitannya dengan identitas selaku muslim.
    Hari raya iedul fitri dan bahkan iedul adha sangat erat kaitannya dengan identitas agama kita. Bahkan ketika Rasulullah saw di Madinah menyaksikan ada sebagian sahabat yang merayakan hari raya jahiliyah maka Rasulullah saw melarang dan menyatakan:
    فقد أبدلكم الله خير منهما يوم الفطر ويوم النحر
    “Sungguh Alloh telah menggantinya untuk kalian dengan yang lebih baik yaitu iedul fitri dan idul adha”.
    يا أبا بكر إن لكل قوم عيداً وهذا عيدنا أهل الإسلام
    “Ya Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya, dan inilah hari raya kita Umat Islam”.
    Begitu juga sabda beliau kepada seorang sahabat yang bernadzar untuk menyembelih kurban di daerah Buwanah. Nadzar boleh dilaksanakan asal di tempat itu tidak ada hari raya agama lain dan tidak ada berhala.
    Dengan demikian, hadits-hadits itu menunjukan bahwa dalam Islam, tidak ada hari raya, hari yang harus diperingati kecuali hari raya iedul fitri dan iedul adha.
    Keempat: Iedul fitri dan kaitannya dengan Islam dan persaudaraan sesama muslim
    Ucapan taqabbalAllohu minna wa minkum, kullu sanah wa antum bikhair, minal aidin wal faizin dll. Merupakan ungkapan tulus yang diliputi rasa cinta, bahagia dan penuh persaudaraan. Maka idealnya, setelah iedul fitri ini tidak ada lagi di antara kita yang menyimpan rasa dendam, bermuram durja dan berpaling muka dari saudaranya sesama muslim. Rasulullah saw bersabda:
    لا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث
    “Tidak seharusnya seorang muslim berpaling dari saudaranya lebih dari tiga hari”(HR. Bukhari dan Muslim).
    الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر الله أكبر ، ولله الحمد .
    Kaum muslimin yang berbahagia
    Kelima: Iedul fitri dan kaitannya dengan eksistensi Al Haq
    Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah nikmat Islam. Islam merupakan agama yang sempurna. Orang-orang shaleh terdahulu telah menjadikannya sebagai pedoman dalam segenap kehidupan mereka. Agama inilah yang telah menghantarkan mereka kedalam zaman keemasan, agama inilah yang telah merealisasikan ketentraman, kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran sebagaimana yang telah ditorehkan oleh tinta sejarah. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kebaikan umat ini akan bisa terealisir jika mengikuti jejak umat sebelumnya yang baik.
    Musuh Islam yang telah lalu pada hakekatnya adalah sama dengan musuh Islam pada hari ini meskipun cassing berbeda. Alloh mengingatkan kita:
    وَدُّواْ لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَاء
    “Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir” (An Nisa: 89)
    وَلاَ يَزَالُونَ يُقَـاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ
    “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al Baqarah:127)
    Mereka adalah kaum yang tidak rela kita Umat Islam berada dalam syari’at, ajaran yang lurus dan mulia. Yang mereka kehendaki adalah agar kita terhina dan menjadi pengekor mereka. Segenap upaya dan usaha, baik melalui perkataan, pernyataan, berita media, maupun sikap dan perbuatan mereka, kesemuanya itu dilakukan dalam rangka melemahkan kaum muslimin.
    إِن يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُواْ لَكُمْ أَعْدَاء وَيَبْسُطُواْ إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوء
    Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kamu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakitimu. Dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. (Al Mumtahanah: 2)
    Mereka senantiasa memerangi agama ini, memerangi nilai-nilai dan ajaran syariat ini. Dengan dalih pemberantasan kaum ekstrimis atau dengan dalih hak asasi manusia. Demi Alloh mereka berdusta. Semuanya itu mereka lakukan dengan niatan yang buruk dan keji terhadap Islam dan umatnya.
    Benar, kita tidak ragu, Islam jelas berlepas diri dari segala bentuk penyimpangan, sikap berlebih-lebihan dalam beragama, kezaliman dan kesewenang-wenangan. Islam merupakan agama pertengahan baik dalam masalah konsep, akidah, ibadah, dan muamalah:
    وَكَذالِكَ جَعَلْنَـاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا [البقرة:143].
    “Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu sebagai umat pertengahan” (Al Baqarah: 143). Rasulullah saw bersabda:
    إياكم والغلو في الدين فإنما هلك من كان قبلكم بالغلو في الدين
    “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam beragama. Sesungguhnya orang-orang terdahulu binasa dikarenakan sikap mereka yang berlebih-lebihan” (HR. Ahmad, Nasai, Ibn Majah dll).
    Dan perlu dicatat juga, dengan dalih meninggalkan sikap berlebih-lebihan dalam beragama bukan berarti kita meninggalkan dan meremehkan aturan-aturan Alloh. Karena segala sesuatu yang sesuai dengan sunnah Rasul saw bukan berarti radikal atau ekstrim. Karena Alloh berfirman:
    وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ
    “Apa yang dibawa Rasul maka ambillah…”(Al Hasyr: 7).
    الله أكبر ، الله أكبر ، لا إله إلا الله ، الله أكبر الله أكبر ، ولله الحمد .
    Ma’asyiral muslimin,
    Kalau kita perhatikan, kenapa umat islam masih eksis di muka bumi ini? Rahasianya tidak lain dan tidak bukan adalah karena masih eksisnya agama ini. Berapa banyak yang memerangi ajaran Alloh dan Rasul-Nya namun akhirnya mereka binasa dan hancur. Firaun, Namrud, Abrahah, Abu Jahal, Hulagu, Jengis Khan dan para tokoh kekufuran dan kesesatan lainnya tidak akan jauh berbeda akibatnya dengan mereka. Ini sudah merupakan sunnatullah yang akan terus berlanjut hingga akhir nanti.
    Kalangan yang memerangi Islam, mereka bukanlah yang pertama kali memerangi Islam. Jauh sebelum itu, Islam dan umatnya telah banyak diperangi. Namun apa hasilnya? Islam tetap tegar, eksis dan berjaya. Sementara mereka hancur dan binasa. Bahkan geliat Islam sudah mulai dirasakan di Amerika dan Eropa.
    Majalah Time memberitakan: “Islam akan kembali bangkit. Kali ini Islam tidak bangkit dari Timur, ia akan bangkit dari Barat”.
    Koran The Sunday: “Penduduk dunia mulai membaca, meneliti dan mempelajari Islam. Mereka menyimpulkan bahwa Islam adalah agama satu-satunya yang bisa diikuti dan mampu memberikan solusi”.
    Setelah kejadian 11 sept, beberapa tahun yang lalu, banyak kalangan yang memprediksi bahwa dalam setahun orang yang masuk Islam berjumlah 25.000 orang. Dan dalam seharinya jumlah orang yang masuk Islam empat kali lipat dibandingkan sebelum kasus itu terjadi.
    Belum lagi banyaknya gereja-gereja dan mall-mal yang berubah fungsi menjadi masjid atau Islamic Center. Sebagai contoh, jumlah masjid di Amerika hampir mendekati angka 2000.
    Ma’asyiral muslimin
    Demikianlah beberapa catatan berkaitan dengan hari raya iedul fitri dan beberapa makna yang terkandung di dalamnya. Semoga bulan Ramadhan yang telah berlalu merupakan titik awal untuk memperbaiki ibadah, amal, aktifitas dan prilaku kita.
    Bulan Ramadhan, sebagaimana diungkapkan oleh sebagian kalangan dengan ‘maidatu rahman’, hidangan yang disuguhkan Alloh untuk orang yang beriman. Maka tidak ada yang akan bisa merasakannya melainkan mereka yang hatinya bersih dan sehat. Sama halnya dengan seorang yang sakit yang menghadiri pesta mewah, dihidangkannya beragam makanan dan minuman maka ia tidak akan merasakan lezatnya hidangan itu, kenapa? Dikarenakan dia sedang sakit, begitu pula dengan hidangan Alloh di bulan Ramadhan.
    Bulan Ramadhan yang telah meninggalkan kita merupakan bulan pendidikan. Mengajarkan kepada kita sikap sabar, dermawan, kejujuran dan berbagai sifat lainnya. Semoga semuanya itu akan terus bisa kita pertahankan di bulan-bulan lainnya. Karena Rabb yang ada di bulan Ramadhan adalah sama dengan Rabb yang ada di bulan-bulan lainnya. Jangan sampai kita termasuk ke dalam kalangan yang disebut Fudhail bin Iyadh: “Seburuk-buruk kaum adalah yang hanya mengenal Alloh di bulan Ramadhan”.
    Ma’asyiral muslimin

    Marilah kita tutup khutbah ini dengan menundukan hati kita untuk berdo’a:
    اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات
    اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين ودمر أعداءك وأعداء الدين
    اللهم انصر دينك وكتابك وسنة نبيك وعبادك المؤمنين
    اللهم آمنا في أوطاننا، اللهم انصر المسلمين، الذين يجاهدون في سبيلك
    اللهم سدد رميهم، واجمع كلمتهم وانصرهم على عدوك وعدوهم.
    اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
    ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.
    ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    “ Subhanakallohumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astaqfiruka wa’atubu ilaik”
    Artinya: “ Maha Suci Engkau ya Alloh, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu “. (HR. Tirmidzi, dengan Sanad Shahih)

    Disampaikan pada Khutbah Iedul Fitri 1 Syawal 1434 H diLapangan Rw. 15 Perumahan Bekasi Permai, Bekasi Jaya-Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Samping Masjid Al-Falah, Perumahan Bekasi Permai), Pukul. 06. 30 Wib

    *Profil singkat Al-Ustadz Anung Al-Hamat. Lc, M.Pd.I Hafidzhahulloh

    Anung Al-Hamat, lahir di Majalengka Jawa Barat, 13 Agustus 1977. Pada bulan September 1997 melancong ke Mesir dengan Kuliah di Jurusan Hadist Universitas Al-Azhar Cairo-Mesir dan lulus pada bulan Mei 2001.
    Selain mengikuti kuliah formal juga aktif menghadiri beberapa kajian para masyayikh (TALAQI) -minimalnya menghadiri khutbah jum’at dan kajian ba’da jum’at- seperti:
    1. Syaikh Abu Ishaaq al Huwainii Hafidzhahulloh
    2. Syaikh Muhammad Hassan Hafidzhahulloh
    3. Syaikh Hasan Abu Asybaal Hafidzhahulloh
    4. Syaikh Sayyid Husain al ‘Affaani Hafidzhahulloh (selama empat tahun I’tikaf di masjid Tauhid Ramses Cairo, beliau menjadi pembimbingnya)
    5. Syaikh Muhammad bin Abdul Maqshuud Afifi Hafidzhahulloh
    6. Syaikh Shalaah as Shaawi Hafidzhahulloh (dengan beliau pernah beberapa kali berdialog langsung dan pernah penulis berdua dengan beliau dalam satu mobil)
    7. Syaikh Muhammad Syafwat Nuruddin (Ketua Jama’ah Anshar as Sunnah al Muhammadiyah dan penulis pernah bertatap muka langsung dengan beliau) -rahimahulloh-
    8. Syaikh Shafwat Syawaadifi (Wakil Ketua Jama’ah Anshar as Sunnah al Muhammadiyah, Mesir) rahimahulloh-
    9. Syaikh ‘Ali Ahmad as Saaluus Hafidzhahulloh (Ekonom Islam dan Pakar Syi’ah, Penulis pernah bertatap muka langsung dengan beliau dan dialog berakhir dengan pemberian kitab beliau ‘Ma’a as Syi’ah al Itsna ‘Asyariyah).
    10. Beberapa kali menghadiri Kajian Syaikh Usamah al Qushi dalam kajian Kitab Durus Fil Manhaj (Mensyarah kitab Al Hukmu Bighairi Maa Anzalallaah wa Ushuul at Takfiir Karya Khalid al ‘Ambari dan sempat penulis terpengaruh oleh beberapa pemikirannya) hanya saja tidak bertahan lama karena banyak mentahdzir/vonis para ulama termasuk yang ditahdzir adalah Syaikh Abu Ishaaq al Huwaini dan Syaikh Hasan Abu Asybaal (Keduanya murid Syaikh Al-Albani/Muhammad Nashiruddin Al-Albani) dan lain-lain.
    Gelar M.Pd.I nya diraih dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor-Jawa Barat Jurusan Pendidikan dan Pemikiran Islam. Adapun aktivitas mengajarnya; mengajar di Kampus yang ada di Jajaran UNMA (Universitas Majalengka) Januari 2002-2004, mengajar bahasa Arab di STAIN Cirebon (thn 2003-2004), mengajar di Azhari Islamic School Menteng (Mei 2004-Juli 2005), Wakil Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam Pondok Gede Bekasi Juli 2005-hingga pensiun (Oktober 2012), STID Mochamad Natsir DDII/Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (2007-2011) dan beberapa kampus lain. Diamanahkan menjadi Ketua MIUMI/Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Wilayah Jakarta, Penulis Buku-Buku Islam diantaranya: “ Mewaspadai Penyimpangan Neo Murjiah “, Terbitan: FS3I/Forum Studi Sekte-Sekte Islam Jakarta, “ Sekelumit Penyimpangan Syi’ah “,Terbitan: FS3I/Forum Studi Sekte-Sekte Islam Jakarta.
    Sekarang ia sedang meneruskan kuliah Program S3 (Doctor) Jurusan Pendidikan Islam di Kampus Universitas Ibnu Khaldun Bogor-Jawa Barat.

    Acara ini didukung Oleh: Wesal Tv Indonesia, Jakarta/www.wesalindo.id, Radio Dakta 107 FM Bekasi/www.dakta.com, Bimbel SSC X-Team Bekasi/www.sscx-team.blogspot.com

    Silahkan Share/Sebarkan keMuslim dan Muslimah lainnya, Syukron, Barakallohu’ Fiikum

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s