Ahlus Sunnah

Berdirinya faham Ahlus sunnah wal jama’ah

 Kaum muslimin yang menamakan dirinya Ahlus sunnah adalah mereka yang berpegang teguh pada sunnah dan  petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan para sahabat, dan penamaan ini untuk membedakan mereka dengan ahli bid’ah dan kelompok sesat. Dan istilah ahlus sunnah belum masyhur di masa khulafa’ur rasyidin maupun di masa Bani Umayyah bahkan sampai permulaan masa Bani Abbasiyah. Akan tetapi penamaan ini muncul pada pertengahan masa Bani Abbas untuk membedakan dari Syi’ah yang mana nama syiah ini muncul ketika terbunuhnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu oleh orang-orang khawarij dari penduduk Kufah.

Dan yang pertama kali menggunakan istilah ahlus sunnah adalah Muhammad bin Sirin sebagaimana yang ditakhrij oleh imam Muslim pada Muqaddimah kitab Shahih beliau dengan sanadnya pada Ibnu Sirin. Beliau berkata :”Dulu mereka tidak menanyakan tentang sanad, maka setelah terjadi fitnah, mereka berkata : berilah nama pada Kami orang-orang yang meriwayatkan hadist pada kalian. Maka dilihatlah jika dari Ahlus Sunnah maka diterima hadits mereka, dan jika dari ahli bid’ah maka ditolak hadits mereka.

Para sahabat seperti Abu Hurairah, Hasan bin Tsabit, Anas bin Malik, Abdullah bin Umar radhiyallahu anhum dan para tabi’in dan juga fuqaha’ Madinah aktif dalam periwayatan hadits hingga sampai pada tahap penulisan. Sebagaimana yang tertulis pada shahifah Hamam bin Munabbih murid Abu Hurairah, dan selain itu Urwah bin Az-Zubair dan Aban bin Utsman dan yang lainnya, yang akhirnya membentuk pemikiran empat imam fiqh Ahlus sunnah sebagaimana tampak pada nukilan-nukilan mereka dari fuqaha’ Madinah, yang mana mereka bersandar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan landasan pokok. Dan sesungguhnya Umar bin Abdul Aziz telah mengayomi fuqaha’ Madinah yang memiliki aqidah wasithiyah.

Pada masa akhir pemerintahan Umawi dan permulaan dynasty Abbasiyah munculah imam Abu Hanifah dan beliau berguru pada Imam Malik melalui Rabi’ah bin Furukh yaitu salah seorang dari tujuh ahli fiqih Madinah. Dan konon Imam Bukhary dan Muslim berhujjah dari Rabi’ah.

Dan selain mereka ada yang mengumpulkan hadits namun memiliki ciri khas yang berbeda dengan yang lain yaitu mereka menolak sebagian sahabat dan mendalami secara berlebihan apa-apa yang terjadi diantara para sahabat.

Sumber : wikipedia bahasa Arab. alih bahasa : Abu Royyan

One thought on “Ahlus Sunnah

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s