Qoidah sholabiah…Inti para pengemban risalah…


Di zaman Rosululloh shollallohualaihi wasallam selaulu terus menerus mentarbiyah dan membina para sahabatnya, maka beliau pilihlah rumah Arqom bin Arqom rodhiyallohuanhu sebagai tempat tarbiyah, alias madrash yang beliu jadikan tempat untuk mendidiik para sahabatnya. Dan ditengah kondisi intimidasi dari kaum kafir quroisy yang sangat menghujam, akan tetapi dari snilah lahir para insan mulia Assabiqunalawwalun yang mewariskan kekuatan aqidah , kejujuran dan ,keikhlasan, kemulian, adab dan akhlaq.

Tidak ada yang mampu menyentuh, menggoda bahkan menghancurkan kekuatan aqidah mereka.sekuat apapun musuh dan sehebat papapun mereka sekeras apapun usaha dan upaya mereka tidak akan sanggup menghentikan perjuangan Rosululloh shollallohualaihiwasallam dalam mengemban visi misi dakwahnya.

Maka mereka assabiqunal awwalun adalah orang-orang yang rela mengorbankan harta dan jiwa mereka demi tegaknya kebenaran dibumi Alloh Subhanahu wataala ini. Mereka jualah yang membumi hanguskan kebatilan disaat itu. Seluruh kebatilan yang menghadangnya dapat mereka tumbangkan, mereka adalah kolompok inti (qoidah sholabiyah) yang mendaapatkan arahan dan tarbiyah langsung dari Rosululloh. Meski jumlah mereka bisa dihitung dengan jari tangan kita tetapi peran mereka sangatlah besar dan urgen. Sedikit tapi memeliki kuawalitas yang besar. Hal ini sebagaimana sunnatulloh dalam kehidupan kita.

Maka qoidah inilah permulaannya, yaitu kelompok yang akan dipersiapkan untuk kemenangan islam, membangunnya adalah suatu keharusan dan keniscyaan yang laizmnya dikerjakan oleh gerakan islam, ibarat bangunan, pondasi merupakan prioritas utama untuk membangun kekohan. Kemegahan hanya sekejap mata dapat runtuh dan hancur jika pondasi tak kuat.kemenangan adalah cita-cita, sementara kehancuran sudah menjadi pasti. Oleh karenanya Alloh subhanahuwataala menyelipkan pelajaran pada setiap kejadian dalam kehidupan disekiliing kita dan masa lampau yang telah lewat.perjuangan

Yang sdikit yang punya andil dan peranan..

Suatu ketika kholifah umar bin khottob rodhiyallohu anhu meminta kepada para sahabat disekelilingnya untuk berangan angan, “berangan-anganlah kalian !seru kholifah umar bin khottob, maka diantara para sahabat aada yang berangan-angan bisa memiliki emas sepnuh rumahnya sehingga bisa dinfaqkannya di jalan Alloh, begitu pula dengan para sahabat yang lain satu persatu mulai menyebutkan angan-angannya, lalu mereka para sahabt kembali bertanya kepada kholifah umar bin khootob, “ apa angan-anganmu wahai kholifah?pinta para sahabat, lalu kholifahpun menjawab: aku memiliki angan-angan seandainya aku memiliki laki-laki seperti Abu ubaidah sepenuh rumah ini”.

Angan-angan dari seorang yang memiliki keistemewaan,dan dan seluruh pemikirannya hanya dipenuhi dengan bagaimana menegakkan din ini, menegakkannnya di atas din-din yang lain, lalu bagaimanakah kita, bagaimanakah dengan angan-angan kita?

Memang sudah tepat kholifah Umar bin Khottob rodhiyallohu anhu berangan-angan demikian, karena yang disebut Ar-rijal sangatlah sedikit jumlah keberadaannya, yang memiliki sifat pejuang, kasatria, dan perwira dalam dirinya seperti Abu Ubaidah Rhodiyallohuanhu sangatlah minim, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh baginda Rosululloh shllallohualaihiwasallam :

الناس كإبل مائة لا تكاد تجد فيها راحلة

“kalian dapati manusia seperti seratus ekor onta, tapi tak seekorpun yang layak dijadikan kendaraan”.(HR.Ibnu Majah, no: 3980)

Bahkan hingga hari ini keadaan ummat islam secara umum -kecuali yang dibukakkan hatinya oleh Alloh AzzawaJalla dan dapat membuka bashirohnya- enggan, acuh tak acuh dan tidak mau memperjuangkan dinulloh ini tegak di panggung kehidupan kita. Islam hanya sebagai pengisi kolom agama dalam KTPnya. sehari-harinya mayoritas ummat islam hanya seperti yang telah dilukiskan oleh Rosululloh shllallohualaihiwasallam dalam sabdanya,

يوشك الأمم أن تداعىعليكم كما تداعى الأكلة إلى قصعتها فقال قائل ومن قلة نحن يومئذ قال بل أنتم يومئذ كثير ولكنكم غثاء كغثاء السيل ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكموليقذفن الله في قلوبكم الوهن فقال قائل يا رسول الله وما الوهن قال حب الدنيا وكراهية الموت

“Dari Tsauban beliau berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ”Nyaris sudah para umat-umat (selain Islam) berkumpul (bersekongkol) menghadapi kalian sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang makan menghadapi bejana makanannya” lalu bertanya seseorang:’apakah kami pada saat itu sedikit?” Beliau menjawab: ”Tidak, bahkan kalian pada saat itu banyak, akan tetapi kalian itu buih seperti buih banjir, dan Allah akan menghilangkan dari diri musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan menimpakan kedalam hati-hati kalian wahn (kelemahan),”, lalu bertanya lagi:’wahai Rasulullah apa wahn (kelemahan) itu?”, kata beliau:”Cinta dunia dan takut mati.(HR. ahmad dan abu dawud dari tasuban)

Sungguh sangat menyedihkan jumlah yang sangat banyak ini tidak dapat memberikan kontribusi dalam memuliakan islamnya. Serta tidak dapat berperan aktif dalam kehidupan, sebaliknya justru menjadi objek yang lemah, tertindas, terpenjara, terusir dari kampong halaman mereka, dan seolah musuh islam dapat bertindak sekehendak hatiya dan sekemauan mereka, naudzubillah.

Seperti inilah gambaran kondisi umat islam , hampir diseluruh penjuru dunia, hati yang lembut yang mampu berfikir dengan fitarah tentu menteskan ari mata menyaksikan semua ini, walau hanya seuntai doa kita yang terucap untuk kebangkitan islam dan kemenangan yang kita harpkan untuk saudara-saudara kita yang tertindas dan terdzolimi, I’tiqod kita meyakini bahwa Janji Alloh Al-qowiyyulHaqqul Mubin pasti akan tiba. Meski Alloh harus kadang datangkan petir dan hujan yang melarutkan hati dalam kegelidahan dan kegundahan yakinlah Alloh juga yang akan datangkan mentari pagi yang menyejukkan nafas kehidupan dengan kemengan islam.

Ummat islam mesti dibangunkan dari dari tidur panjangnya, sentuhan dakwah dan pembinaan harus tetap mengalir dari mata air yang jernih, perlahan tapi pasti menghancurkan kerasnya hati akibat noda-noda dan karat-karat kejahiliahan dan hawa nafsu setan yang terus menerus mengotorinya. Yakinlah kita semua adalah pionernya, sebagaimana firman Alloh Sunhanahu wataala:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS. Ali Imran 110). Inilah Predikat Dari Allah SWT untuk Umat Muhammad saw .

Tetap semangat dalam melawan derasnya fitnah syubhat dan syahwat di akhir zaman ini…..

salam,,, a@dz..

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s