Contoh Laporan dakwah, wilayah tugas ” MANGGARAI NTT”


LAPORAN PROGRAM IMAMAH DAN DAKWAH RAMADHAN

YANG DISELENGGARAKAN OLEH DIRJEN BIMAS ISLAM, KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA BEKERJASAMA DENGAN KANTOR ATASE AGAMA KEDUTAAN BESAR SAUDI ARBIA JAKARTA.

 

DAFTAR ISI

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Halaman             

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………… 1     

  1. Muqoddimah…………………………………………………………………….. 2
  2. Gambaran umum Kab.Manggarai…………………………………………. 3

PROGRAM KERJA (KEGIATAN DAKWAH) …………………………………….. 5     

  1. Kuliah subuh……………………………………………………………………… 6
  2. Pengajaran intensif di pesantren…………………………………………… 7
  3. Safari Romadhon dakwah dan imamah………………………………….. 9
  4. Dakwah dipesantren kilat…………………………………………………… 11
  5. Ceramah dan Buka bersama para masyarakat ………………………. 11
  6. Silaturrahim ke rumah masyarakat………………………………………………13
  7. Dakwah di Majlis taklim ibu – ibu…………………………………………………13
  8. Khutbah jumat   & konsep khutbah idulfitri…………………………………………………………………………………………14
  9. Kesan dan pesan tokoh masyarakat..……………………………………………15

LAMPIRAN FOTO FOTO…………………………………………………………. 16

PENUTUPAN………………………………………………………………………… 22     

 

 

 

 

MUQIDDIMAH

 

Bismillahirrohmanirrohim,Alhamdulillah wassholatu wassalamu ala ashrofil anbiya walmursalin wa’ala alihi waashabihi waman tabi’ahu biihsaninila yaumiddin,ammaba’du.

Alloh subhanahu wataala mensyareatkan kepada umatnya yang sudah faham agama islam agar bisa mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada orang yang awam, yaitu berdakwah. Atau mengajak orang lain yang belum paham dien islam ini secara baik untuk belajar dengan benar. Maka dari itu kegiatan dakwah ini sering kali ada dikalangan ormas-ormas islam karena mereka tahu betul betapa urgennya kegiatan dakwah tersebut dikalangan umat islam.

Berkenaan dengan hal itu maka lembaga kementrian agama republik Indonesia bekerjasama dengan atase kedutaan Saudi Arabia urusan agama menyelenggarakan program safari iamamah dan dakwah di bulan romadhon tahun 1435 hijriyyah, yang bertepatan jatuh awal bulan romadhon pada tanggal 29-juni-2014. Dan telah membentuk panitia peserta kegiatan safari dakwah romadhon. Dikuti oleh 75 da’i yang tersebar di daerah-daerah terpencil di nusantara ini.

Lewat muqoddiamah ini juga kami sampaiakan untuk melaporkan beberapa kegiatan dakwah yang telah kami laksanakan sebagai bahan laporan kami atas tugas dakwah yang telah kami laksanakan.

Kami sadari betapa pentingnya dakwah dikalangan umat yang notabene tidak mengetahui agama islam ini dengan baik dan benar,terlebih kami berdakwah di daerah minoritas islam. dan setelah kami tiba di lokasi dakwah ini kami merasa betapa kurangnya da’i yang tersebar ke pelosok pelosok daerah, sehingga menyebabkan banyaknya umat islam yang tidak mengetahui islam dengan benar.

Mudah-mudahan nantinya laporan kegiatan dakwah kami ini menjdi acuan kementrian agama islam dan atase Saudi untuk selalu mengirim da’i keseluruh nusantara dengan harapan berjalannya kegitan dakwah secara baik untuk menghasilkan umat islam yang paham dengan dien ini dengan baik dan benar. Umat islam yang senantiasa terjaga aqidahnya dan tauhidnya, umat islam yang bisa mencegah fitnah syubhat dan syahwat. Oleh karena itu para da’i islamlah yang seharusnya bertanggungjawab penuh terhadap problematiaka umat ini.

Sekian muqoddimah loporan kegiatan dakwah kami ini, dan pada halaman-halaman berikutnya akan kami rincikan daftar kegiatan dakwah yang telah kami laksanakan dan kami kerjakan, mudah-mudahan semua amal sholeh kita senantiasa diterima disisi Alloh Subhanahu Wata’ala, karena tiada kalimat yang paling kita harapkan melainkan keridhoan Alloh saja. Akhirudda’wana anilhamdulillah wassalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh.

 

Gambaran umum Kab.Manggarai

Kondisi obyektif kab.manggarai yang menjadi wilayah kerja kantor kementrian agama kab.manggarai secara garis besar adalah:

  • LETAK GEOGRAFIS

Secara Geografis kabupaten Manggarai terletak dipertengahan pulau flores dan berpusatkan kegiatan kepemerintahan di kota Ruteng.

 

  • BATAS WILAYAH
  • Utara : Laut Flores
  • Selatan : Laut Sawu
  • Barat : kabupaten manggarai barat
  • Timur : kabupaten Manggarai timur

 

  • TOPOGRAFI

Topografi kabupaten manggarai adalah berbukit-bukit dengan kemiringan mencapai 45 drajat dan terdiri dari daerah pergunungan dan bukit-bukit. Daerah pasir dan dataran rendah.

 

  • IKLIM

Iklim kabupaten manggarai adalah beriklim dingin karena banyak bukit dan pegunungan dan beriklimkan panas di daerah pesisiran pantai. Dengan suhu udara panas berkisar 17 drajat celcius hingga 32 drajat celcius.

 

  • PENDUDUK

Penduduk kabupaten manggarai berjumlah kurang lebih 200.000 jiawa yang mendiami beberpa daerah kecamatan dan desa desa terpencil.

 

  • DARI SUDUT EKONOMI

Dari sudut ekonomi mayoritas penduduk kabupaten manggarai menggantungkan hidupnya pada pertanian,nelayan dan perdagangan.

 

  • KELOMPOK ETNIS

Kabupaten manggarai terdiri atas etnis Manggarai, Bima, Lombok, Bugis, Jawa dll yang turut mewarnai dinamika pembangunan di manggarai.

 

  • SOSIAL BUDAYA

Selain kebudayaan asli manggarai kehidupan sosial budaya manggarai juga dipengaruhi oleh budaya jawa, bugis, bima, timor,ngada dll. Semuanya menambah keanekaragaman budaya dan adat istiadatmasyarakat manggarai.

 

 

 

  • KOMPOSISI UMAT BERAGAMA
  1. Kristen katolik
  2. Kristen protestan
  3. Islam
  4. Hindu
  5. Buda
  6. Konghuchu
  7. Lain-lain

 

  • LOKASI DAKWAH YANG KAMI LAKSANAKAN

Kami berdakwah didaerah kecamatan yang mayoritas adalah orang muslim, dan mayoritas pendatang dari Bima NTB, Lombok dan bugis. Di desa Mata air kecamatan Reok Kabupaten Manggarai. Dan Alhamdulillah kami bisa tinggal dirumah Bp.H.Husen Anwar di reo (Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Depertamen Agama wilayah NTT). Mayoritas masyarakat di kecamatan ini adalah beragama islam. Jumlah penduduk di kecamatan ini berkisar kuramg lebih 5000 jiwa.

 

  • DESA-DESA YANG KAMI KUNJUNGI UNTUK KEGIATAN SAFARI DAKWAH DI KECAMATAN REOK ADALAH:

 

1.Masjid Nurul falah terletak di desa Mata Air

2.Musholla di desa kotak reo

3.Musholla Wassyamsyu(musholla pondok pesantren Pancasila)5kali pertemuan. di Desa Mangga Dua

4.Masjid Raya Nurul Hidayat, Masjid besar kecamatan Reok.

5.Masjid Nurul Anwar, Masjid pasar kecamatan reok.

6.Masjid raya pelabuhan Kedindi kecamatan Reok.

7.Musholla Madrasah Aliyah Negri desa Mata Air kecamatan Reok.

8.Mushoola Al-kautsar desa salama dusun batok.

9.Musholla kecil didesa Nangga Nae

10.Masjid Raya Nurul hidayat Kec.Reok

11.Masjid pesisr laut desa tempode

12.Masjid Baiturrohman desa Washo(kab, Manggarai timur)

13.Masjid Istiqomah, desa Ronting.(kab.Manggarai Timur)

14.Musholla di desa Kapal Pecah

15.Masjid NURUL FALAH di mata air.

 

Program Kerja

 

Di dalam tema ini kami ingin menjelaskan tentang strategi kami dalam menjalankan tugas dakwah, Alhamdulillah kegiatan dakwah yang kami jalankan berjalan dengan lancar dengan bantuan orang-orang   di desa Mataair kecamatan Reok kabupaten Manggarai ini, yaitu kami dibantu oleh keluarga Bp.H.Husain selaku kepala bidang pendidikan agama islam Depag Manggarai yang sedang bertugas di Kupang, maka dari itu kami disin dibantu oleh adik-adik beliau yang berada didesa ini, diantaranya Bp.Kaprawi, Bp.Muhajir ,dan Bp.Hatim. Adapun dalam menjalankan kegiatan safari imamah dan dakwah kami selalu didampingi oleh Bp.Amin Ngawi selaku sekertaris Majlis Ulama daerah, yang dengan keikhlasan beliaulah rela mengantarkan kami menuju masjid-masjid di kecamatan Reok dan sekitarnya yang hendak kami ceramahi.

Ketika kami datang disini kami langsung menanyakan tentang berbagai kegiatan dakwah yang bisa kami isi, dan kami bertanya bagaimanakah kultur masyarakat disini, apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh para da’i disini , lalu problematika apa sajakah yang sering kali ada dalam umat. Kemudaian patner dakwah kami, Bp.Kaprawi bercerita banyak tentang masalah umat dalam beribadah dimasjid, tentang adat istiadat yang jauh dari ajaran syareat, banyaknya ibadah yang tidak sesuai landasan syar’i. dan kesemuanya itu diseebabkan oleh faktor senioritas masyarakat yang susah di berikan pencerahan yang benar.

Lalu setelah kami mendengar cerita bapak kaprawi tersebut kami segera menanyakan kegiatan dakwah yang berpeluang kami isi.maka kemudian kami diperkenalkan kepada imam masjid setempat dan kami diberikan izin mengisi kajian ba’da subuh setiap hari terkecuali hari sabtu dan ahad. kami isi dengan kajian kiatab bulughulmarom. Dihari pertama kali dating juga kami dipersilahkan untuk mengisi ceramah ba’da sholat tarawih. Alhamdulillah kegiatan taklim ba’da subuh ini mendapatkan respon baik dari pihak masyarakat.

Kemudian program berikutanya yang kami laksanakan adalah mengisi pembelajaran pagi hari,mulai jam 08.00-11.00 dan taklim diniyyah sore hari ba’da ashar di pondok bernama pesantren pancasila. Pondok tingktan SMP dan SMA ini dipimpin oleh Bp.Giyanto S.E.

Program dakwah berikutnya adalah mengisi ceramah ba’da sholat tarawih sekaligus imam di beberapa masjid daerah terpelosok, yang sering disebut safari dakwah. Alhamdulillah kami selalu didampingi oleh Bp.amin ngawi selaku sekertaris Majlis Ulama daerah dan timnya. Didalam kami menjalankan kegiatan kami tentu kaami banyak kendala, salah satunya adalah bertemunya masjid yang didepan mihrobnya terdapat kuburan, sehingga mau tidak mau kami tetap harus sholat di masjid tersebut untuk mendahulukan kemaslahtan yang lebih besar yaitu maslahat dakwah.

Program dakwah berikutnya adalah melayani tawaran beberapa masjid untuk ceramah umum atau mengisi pesantren kilat. Dan untuk lebih jelasnya detail kegiatan dakwah akan kami jelaskan pertema dihalaman-halaman berikutnya.

 

                            

  1. KAJIAN BA’DA SUBUH

         

            Kajian ba’da subuh ini adalah kajian yang membahas kitab ’’BULUGHUL MAROM” karya imam Ibnu hajar al-asyqolani, kami sampaikan dari bab thoharoh di hari awal sampai pada bab sholat, kajian ini berdurasikan 10 menit penyampaian materi dan kami buka sesi Tanya jawab tentang materi maupun diluar materi. Beberapa hadits di kitab bulughulmarom ini kami sampaikan tentunya dengan persiapan dimalam harinya agar tidak salah dalam menjelaskan hadits, meskipun kadang kami kaitkan satu hadits didalamnya dengan hadits-hadits dari kitab lain, seperti al-muwattho’, shohih bukhiri dan shohih muslim.

Kajian ini berlangsung setiap hari , dari hari senin – kamis, dan Alhamdulillah antusias mad’u (masyarakat)sangtlah baik, karena mungkin hadits-hadits yang kami sampaikan terlihat asing bagi mereka. Kami jelaskan satu persatu dari hadits yang berkenaan tentang pembahasan, lalu kami sampaikan derajat hadits tersebut. Dan kami jelaskan maksud beserta makna dari hadits.

Ada beberapa kendala yang kami temukan, adalah ketika berlangsungnya sesi tanya jawab kami sempat tidak bisa menjawab beberapa masalah yang disamapaikan tentang hukum dari adat istiadat yang mereka lakukan dan dianggap itu ibadah, seperti pembacaan Deba atau Barzanji pada malam jum’at, maka kami jawab dengan jawaban yang menurut kami arif adalah kalau itu adalah bukan sunnah rosululloh maka tidak boleh dibaca, dan hanya boleh dibaca asal jangan diniatkan untuk ibadah.

Hanya saja terkadang sering muncul pertanyaan diluar tema pembahasan yang itu membuat keropatan bagi kami karena sedikit ilmu yang kami punya. al-hasil kami hanya bisa menjawab sebatas ilmu yang kami miliki. berbgai macam bentuk pertanyaan terlontar dan itu tergantung maksud penanya,ada yang bertanya dengan maksud menguji kami, ada yang bertanya dengan maksud membawa pemahaman dia baik dia berpemahaman nahdhiyyin maupun muhammadiyah dan ada yang bertanya karena benar-benar tidak mengetahui.

Kami berusaha meredam perbedaan pemahaman dikalangan mad’u, dan kami sangat berhati-hati ketika menyampaikan, dengan tidak menyinggung orang, dan tidak membahas masalah-masalah perbedaan pendapat atau khilafiyyah, dan jika itu muncul kami jelaskan perbedaan pendapat tersebut dikalangan empat imam madzhab serta kami sertakan landasan dalil setiap madzhabnya lalu kami usung madzhab syafi’iyyah yang dipergunakan oleh Negara kita. Dengan harapan dakwah kita bisa tersampaikan dengan baik dan mudah diteriama. kami sering singgung betapa pentingnya persatuan ummat islam ini dan hindari perpecahan, karena pada dasarnyaorang-orang non islam senang apabila ummat islam tidak bersatu dan berpecah belah. Oleh karenanya sering kami singgung masalah ini.

 

 

 

  • WKATU DAN TEMPAT KAJIAN INI

Kami laksanakan kegiatan ini sehabis sholat subuh di masjid Nurul Falah yang terletak didesa Mataair kecamatan Reok, tempat dekat kami singgah.

 

 

 

  1. PEMBELAJARAN INTENSIF DI PESANTERN PANCASILA

 

Pondok pesantren in berdiri sejak tahun 2013. Jumlah siswa di pesantren ini hanya 31 murid. 12 siswa kelas 2 MTS, dan 18 siswa kelas 1 MTS. Dan masih amat sederhana. Asatidzah yang tinggal didalam hanya ada 3 ustadz, 1 ustadz sebagai direktur yang tinggal bersama keluarganya. Dan dua lagi tinggal bersama para santri. Alhamdulillah rotasi pembelajaran dan pendidikan dipesantren ini sudah berjalan dengan baik, hanya menemui kendala pada biaya oprasional keberlangsungan logistic pondok.

Dengan 2 bangunan dan satu musholla tentulah sangat kurang untuk menunjang majunya pesantren ini, dan masih butuh pembangunan yang lain. pihak pondok masih berusaha untuk selalu melayangkan proposal pengajuan dana pembangunan, mudah-mudahan ada perhatian dari atase Saudi Arabia dan kementrian agama. Karena pondok ini hanya satu-satunya pondok yang berdiri di kecamatan reok. Sebenarnya dewan yayasan pesantren ini adalah keluarga bp.haji Husain serta dibantu oleh kolega-koleganya yang sekaligus mengajar di MTS dan MA setempat. Hanya memang masih butuh perhatian dari pemerintah pusat dan lembaga-lembaga islam di luar daerah.

Sesudah diperkenalkan tentang pondok oleh bp.Hatim, hati kami terketuk untuk mengadakan pembelajaran intensif di pesantren ini, karena hal ini juga merupakan bagian dari dakwah.setelah bertemu dengan direktur pondok, kami meminta izin agar sekiranya pihak pondok memberi waktu kami untuk berdakwah dengan melasanakan pembelajaran intensif di pondok. Pihak pondok menyetujuinya dan mempersilahkan kepada kami untuk mengisi di setiap hari.

  • WAKTU PEMBELAJARAN INTENSIF

 

Waktu pagi hari : pukul 08.00 – 11.00

Waktu sore hari :pukul 15.30 – 16.45

 

  • MATERI DAKWAH

 

Tahsin Tilawatul-quran

Tausiyyah

Siroh nabawiyyah

Pelajaran bahasa arab (durusullughoh)

 

  • PROBLEMATIKA SISWA

 

  1. Kurangnya perangkat pembelajaran.
  2. Terlambatnya materi tersamapaikan di usia mereka.
  3. Kemampuan anak-anak yang bermacam-macam.
  4. Asatidzah yang kurang berkompeten dalam bahasa arab dan ulumuddin yang lain.
  5. Gizi menu makan yang tidak inovatif.

 

 

  • NILAI POSITIF SANTRI

            Antusias dan semangat santri dalam belajar sangatlah tinggi, selain itu mereka juga taat dan patuh kepada asatidzah yang ada di pesantren,

            maka dari itu kami sangat menyayangkan jika keberlansungan program pendidikan mereka tidak berjalan dengan baik dan tidak mendapatkan dukungan penuh dari pihak luar pesantren.

 

  • KESAN DAN PESAN SANTRI

 

Para santri terkesan dengan metode pembeljaran yang kami berikan, mereka mengharapkan kami bisa lebih lama lagi mengajar dipondok. Ada juga yang minta bertemu kembali untuk belajar bersama kembali di pondok. Mereka para santri mengatakan kami baru belajar bahasa arab yang seperti ini dengan pak ustadz.

Adapun pesan mereka adalah mudah-mudahan pak ustadz bisa lebih sabar terus ketika mengajar. Dan kalau bisa ustadz mengajar di pondok lagi di tahun depan.

 

  • WAKTU PEMBELAJARAN INTENSIF DI PONDOK

 

Kami mengajar mereka selama 14 hari, dari tanggal 1 romadhon-14 romadhon(29 juni-12 juli 2014)

 

Pai hari : jam 08.00 – jam 11.00

Sore hari : jam 15.30- jam 17.45

 

  • HASIL

 

Alhamdulillah dengan adanya program dakwah kami ini para santri berhasil memliki pemahaman materi dasar dari bahasa arab. Dan mereka tahu pentingnya menghafal al-quran dengan benar, kemudian kami juga selalu memotivsi mereka dalam menuntut ilmu, Dan pada materi siroh nabawiyyah kami berikan mereka materi tentang hijrah nabi sampai dengan perang uhud.

 

 

3.SAFARI IMAM DAN CERAMAH BA’DA SHOLAT TARAWEH

Untuk program dakwah ini adalah program rutin dalam setiap malam. Kami didampingi oleh sekertariat MUI daerah dan panitia PHBI(panitia hari besar islam) satu tim ini selalu mendampingi kami keliling disetiap masjid, dan terkadang didampingi pula oleh tim dari kapolsek daerah. pada awalnya kami menemui beberapa kendala, seperti terkadang didepan salah satu masjid terdapat kuburan, alhasil kami tetap mengadakan kegiatan dakwah ini untuk menghilangkan prasangka tidak baik terhadap kegiatan dakwah kami, dan demi keberlangsungan dakwah.

 

Kendala berikutnya adalah setaip masjid yang kami kunjungi melaksanakan sholat tarawih 23 rokaat dengan bacaan yang cepat dan kurangnya rasa khusyu. Tetapi alahmdulillah kami tetap menjalankan kegiatan dakwah ini dan kami niatakan sholat tarowih kami hanya Alloh sajalah yang menilai diterima tidaknya sholat kami.

 

Kegiatan ini sangat berdampak positif, karena masjid-masjid didaerah pelosok terasa mendapatkan perahtian dari pemerintah dengan datangnya tim dakwah ini, sekaligus kami bisa mengetahui beberapa kendala dan permasalahan masjid didaerah pelosok, adalah masalah dana pembangunan masjid yang sering kami dapati, masjis-masjid daerah tersebut butuh dana dari pemerintah untuk pembangunannya.

 

  • DAFTAR MASJID YANG KAMI KUNJUNGI UNTUK BERDAKWAH

 

1.Masjid Nurul falah terletak di desa Mata Air.

2.Musholla di desa kota reo.

3.Musholla Wassyamsyu(musholla pondok pesantren Pancasila) di Desa Mangga Dua.

4.Masjid Raya Nurul Hidayat, Masjid besar kecamatan Reo.

5.Masjid Nurul Anwar, Masjid pasar kecamatan Reo.

6.Masjid raya pelabuhan Kedindi kecamatan Reo.

7.Musholla Madrasah Aliyah Negri desa Mata Air kecamatan Reo.

8.Mushoola Al-kautsar desa slama dusun batok.

9.Musholla kecil didesa Nangga Nae

10.Masjid Raya Nurul hidayat Kec.Reo.

Dan masjid-masjid yang lain yang telah kami sebutkan diawal.

 

  • MATERI DAKWAH YANG TERSAMPAIKAN
  1. Tarbiyah Iman islam dan ihsan di bulan romadhon.
  2. Sholat amalan pertama yang akan dihisab.
  3. Pentingnya persatuan umat islam.
  4. Buah dan hikmah dari istighfar.
  5. 3 macam tauhid.
  6. Muhasabah diri dan mangfaatnya.
  7. Dzikrul maut.
  8. Qiyamullail dan hikmahnya.
  9. Bersanding dengan Al-quran menyandang kemuliaan.
  10. Adzab penduduk suatu negri.
  11. Bergegas menuju ampunan Alloh.
  12. Malam Lailatul Qodar.
  13. Disiplin ibadah.

 

  • TANGGAPAN MASYARAKAT

Dalam program dakwah ini masyarakat sangatlah antusias ketika datang seorang da’i baru dari luar daerah. Seperti mereka mendapatkan pencerahan baru.Mereka lebih mau mendengar seruan da’i dari luar daerah daripada da’i dari daerah mereka sendiri.

 

Tetapi ada jua sebagian masyarakat kecil yang merasa tidak cocok dengan penyampaian kami dan merasa tergurui.

Tetapi dengan niat mardhotillah, kembali kami termotifasi untuk tidak menghiarukan argument-argumen negatife tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. DAKWAH DI PESANTREN KILAT MADRASAH ALIYAH NEGRI KEC. REOK TANGGAL 5 ROMADHON

 Untuk pesantren kilat madrasah aliyah ini diadakan oleh pihak sekolah, kami hanyalah disuruh untuk mengisi pada malam terakhir pesantren kilat dengan tema kepatuhan terhadap guru. Dan bertindak sebagai imam sholat maghrib.

Oleh karenanya kami sampaikan apa yang menjadi pesan pihak madrasah kepada kami tentang materi tersebut. Lalu kami sertakan ayat-ayat yang berkenaan tentang kepatuhan terhadap Alloh dan RosulNya serta para ulil amri didalam ceramah kami. Acara muhasabah berlangsung dengan hikmat dan antusias, karena dilaksanakan di sepertiga malam akhir, yang kami sangat terkesan adalah banyaknya siswa yang menagis karena acara muhasabah ini.ketika disinggung tentang kerja keras orang tua. Jerih payah mereka dalam mencari nafkah untuk mereka.

 

  1. CERAMAH BUKA BERSAMA SNTRI DAN MASYARAKAT

 

  • WAKTU PELAKSANAAN

 

Acara buka bersama ini dilaksanakan pada tanggal 12 Romadhon 1435 H, atau bertepatan pada hari jumat tanggal 10 juli 2014 M, dilaksanakan sore hari mulai pukul 16.30 – 18.30 ba’da mahgrib.

 

  • TEMPAT PELAKSANAAN

Dilaksanakan di pondok pesantren pancasila desa mannga dua kecamatan reo.

 

  • ALASAN DILAKSANAKAN DI PESANTREN

Dilaksanakan di pesantren karena beberapa kebijakan:

  1. Sebagai pengenalan pondok dan mengajak masyarakat berpartisipasi keberlangsungan pendidikan di pondok.
  2. Mengingat karena minimnya masyarakat yang mau mendukung pondok, di karenakan beberapa propaganda dari pihak luar.
  3. Karena para santri jarang berbuka dengan ta’jil yang layak.
  4. Sebagai wujud perhatian pemerintah dan atase Saudi terhadap pesantren.

 

  • UNDANGAN

Adapun undangan yang kami undang adalah berjumlah kurang lebih 100 Sho’imin, dan diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Guru-guru yang mengajar di pondok dan staf-stafnya
  2. Keluarga besar pondok
  3. Dewan yayasan
  4. Donatur pondok
  5. Santriwan dan santriwati
  6. Tokoh Masyarakat
  7. Masyarkat sekeliling pondok

 

  • RANGKAIAN ACARA

1.Pembukaan

2.Sambutan Dari pihak pondok

3.Sambutan kepala sekolah MTS pondok

4.Tausiyyah menjelang ifthor(disampaikan oleh kami dengan tema pentingnya dukungan masyarakat terhadap pondok)

  1. Dzikir penutup (dipimpin oleh ketua MUI daerah oleh Bp. H.Husen Al-qodri)
  2. Acara buka bersama
  3. Sholat Maghrib berjamaah
  4. Makan malam ta’jhil

9.penutupan dari pembawa acara.

 

  • ANGGARAN BUKA BERSAMA

-Dalam buka besama pada tanggal 12 romadhon ini menghabiskan beaya sekitar 2.500.000,00 dengan rincian

25.000 per orang dikali jumlah hadirin 100 orang = Rp. 2.500.000,00

 

  • DANA IFTHOR YANG LAIN

-Dan dana ifthor berikutnya sejumlah 600.000 kmi berikan untuk dana ifthor 30 santri pada tanggal 7 romadhon.

Dengan rincian dana: persantri Rp. 20.000 dikali 30 santri = Rp. 600.000,00

-Dana ifthor sejumlah Rp 300.000 untuk membantu masjid dalam mengadakan buka bersama di daerah lain(desa pota,kab.manggarai timur)

– Dana ifthor sebesar Rp.600.000 kami sumbangkan di masjid Darusslam di desa mekar baru untukta’jil para mu’takif. Dengan rincian dana perorang mu’takif Rp.20.000 dikali 30 mu’takif = Rp. 600.000

 

  • CERAMAH MENJELANG IFTHOR DI BEBERAPA MASJID
  1. Masjid BAITURRAHMAN Desa Washo kab.manggarai timur. Ceramah pada Buka bersama ini kami isi dengan tema mengingat kematian.
  2. Masjid ISTIQOMAH Desa Ronting Kabupaten Manggarai timur. Ceramah pada buka bersama ini dengan tema Fadhilah membaca Al-quran.
  3. Buka bersama dengan tema penyakit umat islam adalah al-wahn.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Silaturrahim ke beberapa rumah masyarakat

 

Kegiatan ini menurut kami adalah termasuk bagian dari dakwah, yaitu berdakwah sosial dengan harapan bisa saling nasehat menasehati, mendapatkan informasi permasalahan umat, alhasil dari kegiatan ini kami mendapatkan beberapa point masalah ummat yang belum terpecahkan, diantaranya adalah:

  1. Permasalahan pada anak-anak muda yang tidak mau sholat,dengan tanpa ada rasa berdosa meninggalkannya, dan ini banyak ditemui di daerah pelosok pesisir pantai. Ada musholla tapi terasa angker karena tidak ada yang memeakmurkannya.
  2. Banayknya anak muda yang menikah Karena hamil dahulu, dan hal ini sudah tidak tabu lagi, bahkan data KUA menunjukkan sampai pada prosentasi 95%. Dikarenakan beaya pernikahan yang mahal.
  3. Banyaknya praktek perdukunan, dan santet menyantet di masyarakat.
  4. Anak-anak kecil yang kurang perhatian oleh orang tua, terkhusus dalam peendidikan agamanya, dan tidak adanya TPA di masjid, hanya ada di madrasah-madrasah.
  5. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap ummat islam karena di provinsi ini ummat islam hanyalah minoritas.dan mereka dipimpin oleh orang non islam.

Itulah beberapa point masalah yang kami dapatkan dari hasil kami menjalankan satu kegiatan dakwah ini. Sehingga perlu kami sampaikan didalam laporan ini sebagai bahan pertimbangan bagi kementrian agama agar sesegera mungkin melakukan pembenahan, dan memaksimalkan kinerja kantor-kantor urusan agama agar tidak hanya mencatat warga yang menikah saja, meainkan melakukan penyuluhan agama di masyarakat dan masjid masjid.Dan supaya selalu mengirim da’i kedaerah ini, dikarenakan mereka sangat butuh terhadap ilmu agama.

 

 

 

 

7.MAJLIS TAKLIBUM IBU-IBU

 

Kegiatan dakwah ini kami laksanakan dengan harpan membenahi ummat islam ini, Alhamdulillah kegiatan dakwah ini berjalan lancar dengan antusias dari para ibu-ibu. Mereka sangat senang dengan kehadiran kami, karena bagi mereka serasa mendapatkan pencerahan yang baru. Daan belum ada pengisi kegiatan taklim yang seperti kami sampaikan.

Kegiatan ceramah ibu-ibu ini dilaksanakan di masjid Nurul falah desa matair kecamatan Reo. Kami adakan setiap hari dari tanggal 17 romadhon – akhir. mulai pukul 09.00- 11.00 dengan 3 sesi acara:

1.acara yang pertama adalah : qiroatul quran bersama

  1. kajian taklim.
  2. sesi tanya jawab.

 

 

  • MATERI YANG TERSAMPAIKAN
  1. Adab sesama muslim.
  2. Akhlaq
  3. Zuhud dan waro
  4. Kebaikan dan hubungan

Materi kami ambil dari hadits-hadits di dalam kitab bulughul marom.

  • KESAN DAN PESAN   DARI PARA IBU-IBU
  1. Mereka berpesan supaya ustadz bisa kembali lagi di tahun depan.
  2. Mudah-mudahan ustadz selamat dan sampai tujuan.
  3. Salam buat keluarga.
  4. Mudah-mudahan ustadz diberikan kesabaran dalam berdakwah dan jangan lupakan daerah kami.

      Kami berinisiatif mengisi kegiatan dakwah dikalangan ibu-ibu ini dengan harapan memberi sedikit landasan agama didalam menjalankan rumah tannga mereka.karena masalah-masalah mereka sangatlah kompleks.

 

 

                                8.KHUTBAH JUMAT DAN KONSEP KHUTBAH IDUL FITRI

 

Untuk kegiatan khutbah jum’at kami hanya melaksanaka satu kali dikarenakan daftar khotib disini yang sudah ditentukan oleh depag. Pada tanggal 20 romadhon (18 agustus) kami diberikan kesempatan. Kami bawa judul khutbah dengan tema MEMBANGUN GENERASI ISLAM YANG BERKARAKTER.

 

Dan untuk khotib pada hari raya idullfitri juga sudah ditentukan oleh PANITIA HARI BESAR ISLAM(DEPAG). Hanya kami diberi kesempatan untuk sumbangsih dalam hal ini untuk membuat konsep dan naskah khutbah. Yang nantinya akan dijadikan standar khutbah dibeberapa daerah di kecamatan Reo Kabupaten Manggarai ini. Khutbah idul fitri ini kami angkat masalah ketaqwaan dan urgensinya.dengan judul TAQWA MEMBUKA JALAN BAROKAH. Sengaja kami angkat tema ini karena beberapa alas an:

  1. Minimnya generasi muda yang sadar akan kewajiban sholat.
  2. Bukan dari kalangan anak muda saja yang malas sholat , juga dari kalangan orang-oran tua.
  3. Muamalah yang tidak mempraktekkan peraturan islam, seperti bnayaknya prektek riba di para pedagang kecil dan lainnya. Praktek santet menyantet dan perdukunan. Hamil diluar nikah.
  4. Adat yang menyimpang dari islam dan dikatagorikanbagian dari islam.

Meskipun kami tidak bisa khutbah idulfitri tetapi setidaknya kami sudah andil peran dalam menjalankan dakwah ini. Dan Alhamdulillah teks konsep kami diterima.

 

 

 

                                    9.KESAN DAN PESAN TOKOH-TOKOH MASYARAKA

Pada tema laporan ini akan kami sampaikan beberpa kesan dan pesan dari pihak tokoh masyarakat dan majlis ulama daerah.

  • KESAN
  1. Majlis ulama daerah sangat terkesan karena kehadiran kami didaerah reo kabupaten manggarai ini. Karena baru pertama kalinya datang utusan dari kementrian agama dan atase Saudi. Mereka sangat senang karena bagi mereka serasa mendapatkan perhatian dari pemerintah.
  2. Pihak panitia hari besar islam terkesan dengan adanya safari dakwah ini karena sebenarnya daerah reo ini masyrakatnya senang dengan datang nya da’i dari luar daerah yang datang, dan mereka akan antusias menyimak dakwahnya.berbeda jika da’nya adalah putra daerah.
  3. Kesan yang terakhir adalah dari pengurus masjid besar reo, mereka terkesan dengan kedatangan kami yang mau datang dari jauh-jauh untuk berdakwah didaerah mereka, semoga kementrian agama selalu mengutus dibulan romadhon-romadhon berikutnya.
  4. Bagi para tokoh masyarakat di kecamatan reo ini kami sudah dianggap seperti keluarga mereka sendiri. Karena kami dalam menjalankan safari imamah dan dakwah selalu diantar mereka dengan 2rombongan mobil.

 

  • PESAN PESAN
  1. Mereka berpesan supaya kami bisa datang kembali di tahun berikutnya, dan mudah-mudahan tidak bosan tinggal didaerah mereka.
  2. Mudah-mudahan ditahun berikutnya yang diutus tidak satu orang melainkan dua orang.
  3. Pesan supaya silaturrahim antara kami, pihak tokoh masyarakat, kementrian agama tetap terjaga, dan terus tersambung.
  4. Terimakasih mereka kepada kami karena telah mau mendatangi daerah ini, dan mudah-mudahan selamat sampai tujuan, sehat selalu, dan bisa bertemu dengan keluarga.
  5. Salam dari tokoh-tokoh masyarakat untuk keluraga ustadz, dan kementrian agama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG_20140716_205239 IMG_20140716_211631 1405394919208 1405397285574 1405600680740 Foto0094 Foto0095 Foto0096 Foto0099 Foto0102 Foto0103 Foto0105 Foto0106 Foto0107 Foto0108 Foto0109 Foto0110 Foto0113 Foto0114 foto0950_001 IMG_1335 IMG_1336 IMG_1337 IMG_20140604_111451 IMG_20140604_111541 IMG_20140605_104251 IMG_20140630_150147 IMG_20140630_150153 IMG_20140705_193920 IMG_20140705_194002 IMG_20140710_083333

 

PENUTUP

Demikianlah laporan imamah dan dakwah kami, yang kami jalankan selama satu bulan di kabupaten manggarai. Mudah-mudahan amal mulia ini bisa mendapatkan ridho Alloh subhanahu wataala, besar harapan kami agar aktifitas dakwah ini terus dilaksanakan di kabupaten ini, mengingat betapa butuhnya ummat di kabupaten manggarai ini, dikarenakan mereka masih minim untuk mendapatkan suplai-splai ceramah keagamaan.

Kami selaku da’i yang ditugaskan di kabupaten manggarai menyampaikan pesan masyarakat agar di tahun-tahun berikutnya terus dikirim da’i ke daerah ini, bahakan mereka meminta agar dikirim lebih dari satu. Melihat potensi peta dakwah di kabupaten manggarai yang berlokasikan dipesisir laut ini merupakan prospek bagi umat islam untuk memajukan perkembangan agamanya, terlebih mereka untuk saat ini masih dikatagorikan umat minoritas di wilayah NTT, akan tetapi justru wilayah tidak strategis dihuni oleh mayoritas non muslim, yang kebanyakan didaerah pegunungan.

Oleh karenanaya kami dan umat islam di kabupaten manggarai ini memohon kepada atase Saudi dan kementrian agama agar selalu memantau dan mengirim delegasi dakwah di sini. Kurang lebihnya kami sebagai da’i dan penulis laporan ini mengucapkan jazakallohukhoironkatsiro atas terselenggaranya program dakwah ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya jika didapati banyak kesalahn dalam penulisan laporan ini. Akhir kata walafwu minkum katsiron akhirudda’wana.Wassalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s