“Berijthadlah yg teliti”


image
اخف ضررين

“Kaidah ini yg sering didengung dengungkan oleh harokah yg memperbolehkan seorang muslim masuk ke parlemen, ada 2 koreksi mendasar, apakah benar dalm penerapannya atau justru itu merupakn talbisul iblis yg ingin mengajak kita semua menjadi bala tentaranya,.

Muqoddimah. Kaidah ini adalah salah satu cabang dari kaidahh al-kubro (La dzororo wala dziror) adapun bunyi dari kaidahnya adalah “IDZA TA’RODZO MAFSADATANI RUIYA A’DZOHUMA DZIRORON BIRTIKABI AKHOFFIHIMA
:”Jika ada dua mafsadah yang muncul maka gunakanlah mafsadah yang kecil untuk menghilangkan mafsadah yang besar”

2 koreksi mendasar:

1. dari segi pemakain .
Kaidah ini tidak tepat
jika dipakai dalam masalah ushuluddin(aqidah).
Dan tepat jika diterapkan dalam masalah furuudin(dalam pearkara fiqih)
Contohnya: ‘jika seseorang terdapat luka disalah satu anggota badannya dan seandainya dia sujud
darahnya akan mengalir tapi kalau tidak sujud tidak mengalir maka dia disyareatkan dalam sholatnya untuk sholat tanpa sujud. Karena dia menemui dua mafsadah baik mafsadah meninggalkan sujud atau mafsadah sholat dengan hadats(mengalir darah),sholat dengan hadats lebih besar mafsadahnya dibandingkan dengan meninggLkan sujud, maka berhati hati terhadap mafsadah yg besar dengan memakai
mafsadah yg kecil adalah masyru’.

2. Hari ini diskursus tentang demokrasi terus dan makin mengemuka, ketika amerika serikat tampil sebagai negara adidaya dunia yang ingin memaksakan demokrasi kpd negara- negara dunia khususnya negri-negri islam. Negara negara yg menolakpun segera dicap dengan lebel poros syetan(axix of evil) dan berbagai lebel lainnya. Indonesia adalah sebuah contoh menarik tentang pergulatan para tokoh islam dalam menyikapi demokrasi. Fakta yang sungguh menyedihkan, adalah ketika demokrasi berhasil dimenangkan masyumi di era orde lama , segera saja rezim diktator soekarno “menggayung”pemerintahan bentukan perdana mentri M.Nastir itu.
Alhasil banyak cendekiawam muslim belakangan ini yg masih meneruskan warisan pemikiran beliau dengan memperbolehkan sistem Demokrai dalam islam.
—-Simpel saja untuk mengkoreksi mereka — demokrasi itu perkara aqidah.Yang sudah jelas lewat surah almaidah ayat 43-46 Alloh nyatakan bahwa demokrasi adalah perbuatan syirik karena tersistem dengan tidak menganggap tangan Alloh dan hukum Alloh.
Alloh berfirman dalam surah al-ana’m ayat 116: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang dibumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh,yang mereka ikuti itu hanyalah prasangka belaka dan yang mereka hanyalah membuat kebohongan”. Jadi ana simpulkan bahwa tidak ada ijtihad didalam masalh ini karena ini kaitannya dengan ketundukan kita terhadap nash Alloh ta’ala, bukan akal yang dikedepankan untuk mendahului dan mengotak atik nash, karena itu bukti sehat akal kita. Sehatnya akal adalah ketika mau tunduk terhadap wahyu Alloh, karena Alquran dan sunnah adalah ma’shum, sedangkan akal kita terkadang dikalahkan oleh syahwat dan syubhat. Wallohu a’lam. Akhukum al-faqir al-dhi’f Achyar .

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s