LDII Masih Sama Dengan Islam Jama’ah dan Layak Masuk Kategori Aliran Sesat MUI


ust anung 2014
KETUA Forum Studi Sekte-Sekte Islam/FS3I(forumstudysekteislam.wordpress.com), Anung Al Hamat menilai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah seharusnya mengeluarkan fatwa sesat bagi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Peneliti aliran sesat ini menilai, dari data-data di lapangan, LDII tidak mengalami perubahan dari ajaran Islam Jama’ah. Seperti tidak mau bermakmum dengam imam di luar jama’ah LDII. Bahkan dalam banyak kasus, jama’ah yang keluar dipaksa bercerai dengan pasangan yang masih di LDII.

“Dengan data-data itu, jelas mereka bisa masuk ke dalam kriteria aliran sesat,” imbuhnya.

Menurut Anung, LDII sudah tepat dikategorikan aliran sesat dalam fatwa MUI. Sebab dari 10 Kriteria aliran sesat yang dikeluarkan MUI, poin-poin kesesatan LDII masuk ke dalamnya.

“Paling tidak ada unsur mengkafirkan orang-orang yang bukan warga LDII Dan itu point yang kesepuluh dalam kriteria aliran sesat MUI Pusat tahun 2007,” terangnya.

“Atau masuk juga dalam poin kedua. Yaitu meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i,” tambah kandidat Doktor Universitas Ibnu Khaldun ini.

KETUA Forum Studi Sekte-Sekte Islam (FS3I), Anung Al Hamat menilai ajaran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak mengalamai perubahan dari ajaran Islam Jama’ah. Klaim LDII telah memiliki paradigma baru hanyalah dusta belaka jika mengacu fakta-fakta di lapangan.

Fakta-fakta itu di antaranya jamaah LDII tidak mau shalat menjadi makmum terhadap imam orang di luar LDII. Kalaupun menjadi makmum, maka mereka akan mengulang shalatnya karena dianggap tidak sah. Namun jika anggota LDII yang jadi makmum dua atau lebih, mereka akan shalat dengan niat bermakmum kepada salah satu anggota LDII tersebut.

“LDII sampai sekarang belum mengalami perubahan, paradigmanya masih lama,” ujar peneliti aliran sesat ini kepada Islampos, Kamis (20/2) di Bekasi.

Kesesatan LDII lainnya adalah memberlakukan hadits-hadirs jamaah kepada kelompoknya. Padahal hadits-hadirs tersebut berlaku ketika ada kekhilafahan. Sehingga jamah LDII memandang yang di luar jamaahnya sebagai najis, dan tidak boleh mengambil ilmu kecuali dari jalur mereka saja. Tidak boleh membaca buku-buku KeIslaman kecuali yang bersumber dari mereka dan diakui oleh mereka.

Dalam banyak kasus, Anung jua menemukan larangan jamaah LDII untuk menikah dengan pasangan luar kelompoknya.

“Dengan data-data itu jelas mereka bisa masuk ke dalam kriteria aliran sesat,” imbuh alumni Hadits dari Universitas Al Azhar Kairo ini.

Islampos mencoba menghubungi petinggi LDII, Edy Suprapto, untuk dimintai tanggapan. Namun hingga berita ini diturunkan, Edy Suprapto belum memberikan jawaban.

One thought on “LDII Masih Sama Dengan Islam Jama’ah dan Layak Masuk Kategori Aliran Sesat MUI

  1. Assalamualaikum, afwan ustadz mohon dijelaskan tentang masalah takfir krn sudah menjadi bahasan yg cukup hangat ditengah-tengah kaum muslimin misalkan ada yg kafirkan DPR ada yg tidak, ada yg kafirkan presiden ada yg tdk…demikian jazakallahukhair

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s