Diskusi Ilmiah : “Siapa Ulil Amri Kita?”


Kami copy kan berita tentang diskusi ilmiah yg diselenggarakan sebuah situs Islam dan dimoderatori Ketua kami Ustad Anung Al Hamat Lc M.Pd.I yang semoga dijaga dan dirahmati oleh Allaah Swt,

KIBLAT.NET, Jakarta – Tidak setiap yang menjadi penguasa di suatu negeri langsung didaulat menjadi ulil amri. Kecuali, ulil amri dari segi bahasa bukan dari sisi syar’i. Hal itu disampaikan oleh Dr. (Cand.) Anung Al-Hamat, Lc., M.Pd.I dalam acara seminar yang bertajuk “Siapakah yang pantas disebut Ulil Amri?” di aula Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jl. Kramat Raya No. 45 pada Rabu, 25 Desember 2013.

Acara yang diprakarsai oleh media Islam Kiblat.net itu mengupas permasalahan Ulil Amri (kepemimpinan) di dalam Islam yang kerap menimbulkan polemik akibat pemahaman umat yang tidak komprehensif dalam perkara ini.

“Ada satu keunikan yang sebenarnya kontradiktif dalam memahami terminologi Ulil Amri,” ujar Ustadz Anung. Menurut Ketua Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I) ini, dahulu ketika Husni Mubarak (mantan presiden Mesir,red) didemo, ada 3 kalangan yang melarang demonstrasi dengan alasan bahwa Husni Mubarak adalah Ulil Amri. Tiga kalangan tersebut adalah Mufti Mesir, Prof Dr. Ahmad Thayyib, Paus Tawadrus dan rekan-rekan dari kalangan salafi Mesir.

“Bahkan, sosok yang bernama Mahmud Luthfi Amir yang merupakan da’i salafi dan alumni Universitas Madinah menyatakan bahwa Husni Mubarak adalah Amirul Mukminin,” tegasnya. Uniknya, ketika Mursi digulingkan. Tidak ada satupun dari mereka yang bereaksi dan malah mendukung gerakan untuk menggulingkan Mursi.

“Tidak ada satupun dari mereka yang berfatwa bahwa yang mendemo Mursi adalah khawarij dan anjing-anjing neraka,” ujar Ustadz Anung. Kemudian, ketika Mursi sudah digulingkan baru terdengar lagi lantunan ayat dan hadits yang seolah-olah wajib mendengar dan mentaati ulil amri.

Dengan demikian, menurutnya, definisi Ulil Amri oleh sebagian kalangan diterapkan untuk mendukung pemimpin yang sekuler dan pluralis. Namun, ketika pemimpin itu berpihak kepada Islam dan syari’at Islam, justru tidak dikatakan ulil amri. Hal ini terjadi karena berangkat dari kekeliruan memahami hakikat ulil amri.

Acara yang dimoderatori oleh Ustadz Lukman H. Syuhada,Lc ini sedianya akan menghadirkan dai nasional, Ustadz Abdurrahman Ayyub. Namun, mantan aktivis Jamaah Islamiyah (JI) yang beberapa waktu lalu aktif menemani tamu ulama Timteng undangan BNPT, itu tiba-tiba membatalkan kesediaannya untuk menjadi salah satu panelis.

Namun, diskusi ilmiah ini tetap hidup dan menarik. Beberapa tokoh dan ulama yang hadir dalam acara tersebut juga memberikan komentar. Ust. Mahfudz Umri, misalnya berpendapat bahwa kita harus tetap mendengar dan taat kepada pemimpin meski tidak menjalankan sunnah, berhati setan dan zalim. Ustadz yang sering mengisi di Radio Rodja itu menyitir hadits Hudzaifah bin Yaman.

Sementara Ustadz Ferry Nur berpendapat, Indonesia status negaranya masih menjadi perdebatan. Satu sisi negara sudah mengurusi warisan, pernikahan dan lainnya; di sisi lain pemerintahnya juga tidak merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Berdasarkan pemantauan Kiblat.net, aula gedung DDII dipenuhi para tamu undangan dari berbagai daerah. Bahkan, beberapa tokoh seperti Ust. Sulaeman Zachawerus dan KH. Muhaimin Yahya turut menghadiri acara diskusi perdana yang dihelat Kiblat.net. (sdqfajar)

One thought on “Diskusi Ilmiah : “Siapa Ulil Amri Kita?”

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s