Dirasat manhaj salaf


Kata “salaf “ dalam bahasa arab artinya yang terdahulu atau meminjamkan uang kepada seseorang atau mendatarkan tanah unutk persemaian benih. Adapun menurut istilah ialah orang-orang muslim terdahulu yang semasa dengan Rasulullah, para sahabat, para tabi’in dan Tabi’ut tabi’in. mereka itu adalah orang-orang yang khusyuk dalam menjalani Agama.
Akidah Salaf

Tentang Tauhid
Ulma salaf yakin bahwa kalimah LAA ILAAHA ILLALLAH (Tidak ada Tuhan melainkan Allah) artinya segala pujian ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata.
Tauhid Rubbubiyah
Tauhid Rubbubiyah ialah pengakuan adanya Allah sebagai pencipta dan sebagai pemelihara atas apa yang diciptakanya.
Tauhid Uluhiyah
Tauhid Uluhiyah ialah pengakuan kepada Allah sebagai satu-satunyaTuhan yang wajib disembah. Tiada satupun sesembahan yang hak unutk diibadahi kecuali Allah.
Tauhid Asma’ wa Sifaat
Tauhid Asma’ wa Sifaat ialah menetapkn dan meyakini apa yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul baginya.

Sunnah Rasulullah (As-Sunnah)

As-Sunnah menurut bahasa ialah”undang-undang/peraturan yang berlaku”, atau “cara yang diajarkan”, atau “jalan yang dijalani”, atau “keterangan”
As-Sunnah menurut istilah ialah,”Sabda Nabi, perbuatan Nabi, dan taqrir Nabi. Menurut Imam Syatibi kata As-Sunnah dipergunakan untuk nama bagi segala apa yang dinukilkan dari Rasulullah, khusus dari apa yang tidak diterangkan di dalam Al-Quran, baik sebagai penjelasan dari Al-Quran maupun tidak. As-Sunnah juga digunakan sebagai perbuatan Rasulullah yang harus diikuti,
عليكم بسنتي و سنة الخلفاءالراشدين المهديين عضوا عليهم باالنواجذ
“hendaklah kamu berpegang teguh terhadap Sunnahku dan Sunnah para Khalifah Rasyidin yang diberi petunjuk ggigitlah ia dengan gigi geraham”

As-Sunnah Sebagai Dasar Hukum Yang Kedua

As-Sunnah menjadi dasar hukum yang kedua setelah Al-Quran yang sebagai dasar hukum yang pertama, karena Al-Quran adalah pangkal Syari’at Islam. Sedangkan kedudukan As-Sunnah bagi Al-Qurana adalah untuk menerangkan ayat-ayat Al-Quran yang bersifat kully, menjelaskan kemujmalan Al-Quran,menerangkan ynag musykil dan menguraikan keringkaan dari Al-Quran. Allah SWT berfirman :
“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.(QS. Al-Maidah : 67)
 
Bid’ah Sebagai Lawan Sunnah

Bid’ah menurut bahasa ialah “mengada-ngada”, sedangkan menurut istilah ialah suatu perkara yang baru yang tidak ada contoh atau tuntunan dari Rasulullah, imam Jauhari berkata”
والبدعة الحدث في الدين بعدالإكمال
“bid’ah adalah barang baru dalam agama setelah sempurnanya agama itu”
Pernyataan diatas sesuia dengan Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3 :
“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah : 3)
Para pelaku bid’ah mereka menambah-nambah ibadah dalam agama, itu berarti mereka menganggap bahwa agama islam belum sempurna di jaman Rasulullah Sawmaka mereka perlu menambah ibadahnya yang tidak disyari’atkan

Bid’ah Sebagai Lawan Sunnah

Bid’ah menurut bahasa ialah “mengada-ngada”, sedangkan menurut istilah ialah suatu perkara yang baru yang tidak ada contoh atau tuntunan dari Rasulullah, imam Jauhari berkata”
والبدعة الحدث في الدين بعدالإكمال
“bid’ah adalah barang baru dalam agama setelah sempurnanya agama itu”
Pernyataan diatas sesuia dengan Firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3 :
“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah : 3)
Para pelaku bid’ah mereka menambah-nambah ibadah dalam agama, itu berarti mereka menganggap bahwa agama islam belum sempurna di jaman Rasulullah Sawmaka mereka perlu menambah ibadahnya yang tidak disyari’atkan

Al-Ijma’ Sebagai Hukum Dasar Ketiga Dalam Islam

Kata Ijma’ berasal berasal dari kata kerja ajma’a- yajma’u-ijmaa’an, yang artinya bersetuju, bersatu pendapat, bersepakat.
Sedangkan menurut istilah ialah” kesepakatan para ulama Mujtahidin pada suatu masa setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. terhadap sesuatu hukum syar’i.

One thought on “Dirasat manhaj salaf

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s