Penghati-hatian Ulama Terhadap Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis


 

PENGANTAR
Fenomena berbaliknya/berubahnya/keerjerumusan pemahaman seseorang terutama seseorang yg dianggap “ustad” atau dianggap “ulama” atau dianggap “berilmu” oleh kalangan muslimin atau sebagian kaum muslimin tentunya cukup menyita perhatian kita. FS3I (Forum Study Sekte-Sekte Islam) sebagai wadah aktifis dan ustad yg fokus pada visi dan misi “Meluruskan aqidah umat dari faham yg menyimpang dan menyelisihi ahlussunnah wal jama’ah” tentunya tidak ketinggalan untuk mengamati fenomena berbalik/berubahnya/ketejerumusan seorang ustad atau ulama atau orang berilmu ini, karena mengamati dan kemudian menjelaskannnya kepada kaum muslimin adalah bagian dari meluruskan aqidah umat dari faham yg menyimpang dan menyelisihi ahlussunnah wal jama’ah.
Fenomena berbaliknya atau berubah atau keterjerumusan hati bahkan dari iman jdi kufur itu tidak hanya zaman sekarang ini saja, Sirah perjalanan hidup 3 generasi awal pendahulu kita (rasul, sahabat, tabi’in) tidak pernah sepi dari fenomena ini juga.
Zaman nabi musa ada Bal’am bin baura yg bukan hanya orang berilmu tapi bahkan hampir tiap doanya dikabulkan Allaah krn shalihnya,..tapi akhirnya dia jdi musuh nabi musa…jadi musuhnya al haq yg dibawa nabi  Musa bukan hanya jdi tidak beriman saja,
Zaman rasul ada yg disebut dengan Rijal salah seorang yg tdi-nya ada dibarisan sahabat yg diramalkan rasulullaah saw bhw gigi gerahamnya memenuhi jahanam ,…yg ternyata dia diakhir hidupnya mengikuti kebohongan dri musailamah dan berbalik memusuhi dan memerangi islam (tidak hanya berubah keimanannya atau menjadi kafir yg pasif). Sebelum itu juga ada tokoh terkenal yaitu abdullah bin ubay yang dzahirnya selalu sholat di belakang rasulullaah, menyertai rasulullaah dalam da’wah bahkan pernah akan ikut brangkat jihad walau akhirnya kembali pulang sebelum terjadi jihad. Kemudian teringat juga kita akan Dzul Khuwaizirah yang ikut dan ada dalam rombongan rasulullaah disuatu peperangan tapi akhirnya meragukan ke-adilan rasul saat membagi ghanimah,
Dizaman sahabat lbh banyak lagi dimulai dri orang yg tidak bayar zakat pd abu bakar dan kemudian terus ada orang-2 munafiq di waktu itu dan juga murtaddin-2 lainnya dalam sejarah sahabat,
Di zaman tabi’in ada mujahid besar yg hafid qur’an sebutannya abdurahman abdurahim yg akhirnya menjdi  nasrani gara-2 Hal sederhana yaitu jatuh cinta pd wanita barat (saat pasukan expedisi ke barat) dan bukan hanya itu dia jdi panglima terdepaan yg memerangi kaum muslimin saat itu .
Dalam rangka mengamati dan menghati-2 kan umat akan fenomena ini admin menampilkan artikel dari website yang sejauh admin amati adalah website yang cukup baru dengan tampilan yang cukup menarik, untuk itu silahkan langsung saja dibaca artikel berikut ini :
Mengenal Abdul Aziz Ar-Rayyis, Calon Pendebat Ust Abu Bakar Baasyir
Dua hari sebelum hari raya Iedul Adha penulis mendapatkan BC yang isinya ada sosok yang bernama Abdul Aziz ar Rayyis. Ar-Rayyis ini konon yang akan didatangkan ke Indonesia dalam rangka mendebat Ust Abu Bakar Ba’asyir dengan pemikiran-pemikirannya. Begitu juga dengan adanya pertanyaan yang disampaikan kepada penulis tentang siapa sosok ar Rayyis.

Terlepas dari benar tidaknya berita tersebut, penulis memandang penting menjelaskan siapa sebenarnya sosok yang didaulat menjadi seorang tokoh tersebut dan bagaimana pemahamannya. Tentunya hal ini dengan mengutip dan merefer kepada para ulama yang ada di negerinya, Saudi.
Ar-Rayyis yang merupakan seorang doktor dan mempunyai hubungan dekat dengan Syaikh Ali Hasan al-Halabi. Hal ini sebagaimana yang terlihat dalam situs yang dibimbing oleh Syaikh Ali Hasan, www.kulalsalafiyeen.com. Dalam sebagian artikel disebutkan bahwa ar Rayyis dulunya masuk dalam daftar kalangan Takfiri, sosok yang mudah mengkafirkan.
Selain aktif berceramah, ar-Rayyis juga menulis beberapa buku. Di antara bukunya yang banyak menuai protes dari kalangan ulama adalah; al Ilmam Bisyarh Nawaqidh al-Islam dan Qawa’id wa Masail Fi Tauhid al Ilahiyah. Di mana seluruh ulama Saudi yang tergabung dalam Komisi Tetap untuk Fatwa (Lajnah Da’imah) menyatakan bahwa buku tersebut merupakan pemahaman Murjiah dan penulisnya menganut paham Murjiah.
Sikap Para Ulama
Untuk memperjelas masalah ini, perlu penulis kutipkan ringkasan fatwa dan komentar para ulama terhadap sosok Ar Rayyis;
Syaikh Abdul ‘Aziz Alu as Syaikh, Mufti Saudi; “Dia (ar Rayyis) mempunyai pemahaman Murji’ah yang sangat kuat. Saya sudah menasehatinya akan tetapi hanya Allah-lah yang bisa memberikan hidayah kepada kita dan dia” (tanggal 28-6-1433H). Dan komentar beliau atas buku ar Rayyis ‘Qawaa’id Wa Masaail Fi Tauhid al Ilahiyah: “Orang ini Murji’ah dan tidak ada manfaatnya” (tanggal 13 -7- 1433H).
Syaikh Shalih al Fauzan. Ketika Ar Rayyis menyatakan bahwa tujuh syarat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya tidak  ada dasarnya, Syaikh Shalih al Fauzan menyatakan, “Tinggalkan dia. Dia sosok yang sok tahu. Tinggalkan saja buku yang ditulis oleh orang-orang yang sok tahu. Buku mereka berisi kebodohan dan hanya buih.” (Kaset al-Fatawaa al-Humawiyah, no. 26). Dan dalam mengomentari buku ar Rayyis ‘al-Ilmam Bisyarh Nawaqidh al-Islam, beliau menyatakan; “Kita sudah membacanya. Kitab tersebut merupakan kitab Murji’ah yang sudah seharusnya dibuang dan anda jangan tertipu olehnya”. (Selasa, 19-3-1432H). Dalam kesempatan lain beliau menyatakan; “Abdul Aziz kaadzib (bohong), dia kadzdzaab (sosok yang suka berdusta)”. (Sabtu, 24-8-1433H). Begitu juga dengan pernyataan beliau lainnya; “Ya orang tersebut terkenal. Dia penganut paham Murji’ah. Ar Rayyis murji’ (berpaham murji’ah;red) jangan anda perhitungkan dia. Dia tidak ada apa-apanya”. (Sabtu,28-10-1433H).
Syaikh Muhammad bin Hasan Alu as-Syaikh. Ketika beliau ditanya tentang buku karya ar Rayyis, maka beliau bersikap sebagaimana sikap Syaikh Shalih Al-Fauzan. (Kamis,26-6 1433H).
Syaikh Abdul Karim Al-Khudhair. Ketika beliau ditanya tentang pernyataan ar Rayyis yang menyatakan bahwa orang yang membunuh seorang Nabi atau melempar mushaf tidak menjadi kafir, kecuali setelah terpenuhi syarat dan hilangnya penghalang kekufuran, maka beliau menjawab; “Kitab al Ilmaam pernah disodorkan kepada Komisi Tetap untuk Fatwa. Kemudian kitab tersebut diserahkan kepada  Syaikh Shalih al-Fauzan dan beliau membantahnya. Beliau menyatakan bahwa kitab tersebut mempunyai faham Murji’ah.” (Senin, 9-10-1433H). Kemudian beliau (al-Khudhair) juga menyatakan kitab tersebut lebih dekat kepada paham Murji’ah.
Syaikh Abdullah bin Khunain. Beliau sendiri memasukkan buku-buku ar Rayyis ke dalam daftar hitam dan menegaskan bahwa dia berada dalam paham Murji’ah yang menyimpang. Kemudian beliau menegaskan, “Janganlah Anda membaca buku-buku tersebut”. (tanggal 3-11-1433H).
Syaikh Ahmad Mubaaraki. Ketika beliau disampaikan pernyataan ar-Rayyis bahwa kekafiran itu harus didahului dulu oleh kafirnya batin. Maka beliau menjawab, “Pernyataannya ini selaras dengan paham Jahmiyah. Pernyatan ini hanya bersumber dari kebodohan dan kalangan filsuf yang yang tidak bersandar kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah”. (Senin, 23-10-1433).
Syaikh Abdullah al-Muthlaq menyatakan, ‘Janganlah kalian melirik kepada ar-Rayyis. Tinggalkan dia!” (Kamis, 6-5-1433H).
Masih banyak sederetan ulama lain yang memvonis Ar Rayyis keliru dan menyimpang seperti Syaikh  Abdullah ar-Rukban, Syaikh Sa’ad as-Syatsri, Syaikh Abdullah al-Jarbu’, Syaikh Abdurrahman al-Barrak[1]. Belum lagi dengan para ulama lainnya yang menyatakan tidak benar jika ar-Rayyis sudah bertaubat dari penyimpangannya. Di mana ar Rayyis pada hari Jumat, 12 Sya’ban 1434H menyatakan telah bertaubat. Hal ini dibantah oleh Syaikh Abdullah Adzufairi dalam artikelnya yang berjudul ‘Haqiqah Taraaju’ ar Rayyis’. Dalam artikelnya ini beliau memperkuat bantahannya dengan dukungan para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali, Syaikh Abdul Karim al-Munif dan Syaikh Ubaid bin al Jaabiri.
Penutup
Syaikh Shalih al Fauzan menyatakan, “Sebagian kalangan yang tidak tahu dan  mempunyai maksud buruk senantiasa mencela pembicaraan seputar faktor-faktor yang bisa mengakibatkan seseorang murtad, dan melabel orang yang menjelaskannya dengan label takfiri serta mem-blacklist-nya.” (Syarh Nawaaqidh al Islam, 20).
Begitu juga dengan pernyataan ulama besar lainnya Syaikh Sa’ad as Syatsri (mantan anggota komisi fatwa Saudi), yang menyatakan, kekeliruan sebgaian kalangan yang menisbatkan dirinya kepada Salafi adalah mereka melabel kalangan yang menjelaskan hakikat iman dengan label Khawarij dan Takfiri. (Haqiqatul Iman Wa Bida’ al Irja’ Fil Qadiim Wal Hadiits, 23).
Berkaitan dengan sosok ar-Rayyis, yang lebih dikenal oleh para ulama dengan sosok penganut paham menyimpang (Murji’ah), sosok yang ngeyel, dan pembohong serta suka melakukan talbis (meminjam pernyataan ad-Dzufairi) maka sudah sepantasnya untuk berpaling dari dia dan seluruh karyanya. Demikian nasehat para ulama.
Dengan kondisinya yang seperti itu, maka sudah tidak sepantasnya diadakan forum dialog dengannya. Bisa dipastikan dialog dan nasehat tidak akan bermanfaat baginya. Para ulama sekaliber a-Barrak dan  komisi fatwa saja sudah tidak didengar apa lagi yang lainnya. Sehingga wajar seorang yang bernama Bandar as-Syuwaiqi[2] yang pernah berdebat dan berdialog dengan ar-Rayyis menyatakan, bahwa berdebat dengannya tidak ada manfaatnya dan hanya akan menghabiskan umur saja.
Dan wajar juga Ahmad bin Ibrahim, seorang komentator di sebuah situs menyatakan; Semoga Allah mengembalikan ar Rayyis dan orang yang semisalnya kepada jalan yang benar.
__________________________
[1] Beliau merupakan salah seorang guru Mufti Saudi dan menulis surat khusus berisi nasehat untuk ar Rayyis. Hanya sayang nasehat tersebut berlalu begitu saja. Dan untuk menyimak lebih jauh tentang sosok ar Rayyis dan kejahatannya terhadap ‘Salafiyah’, bisa dililat tulisan Suhail as Sulaimani dengan judul ‘Haadzaa Abdul Aziz ar Rayyis Haadzihii Jinaayatuh ‘Ala as Salafiyyah (Inilah Sosok Abdul Aziz ar Rayyis dan inilah Kejahatannya Terhadap Salafiyah).
[2] Bandar as Syuwaiqi mendapat dukungan dari Syaikh Abdurrahman al Barraak dan ulama besar lainnya Syaikh Sa’ad bin Ab dullah al Humaid.
Ditulis oleh Abu Turab, Pengamat Paham Murji’ah.

One thought on “Penghati-hatian Ulama Terhadap Syaikh Abdul Aziz Ar-Rayyis

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s