Hijrah atau iqomatuddin?


Makna Hijrahhijrah

Makna hijrah bila ditinjau dari segi bahasa adalah berasal dari kata ‘’Al-hajru”  yang berarti ‘’At-tarku’’ yang artinya adalah meninggalkan. Jadi menurut ahli bahasa bermakna meninggalkan negri yang ditempati menuju negri lain. Sehingga jika seseorang pergi meninggalkan negrinya kemudian bermaksud ingin pindah ke negri yang lain maka ia disebut “Muhajir”(orang yang berhijrah). Adapun hijrah menurut syari’ adalah berpindah dari negri kafir menujuju negri islam. Dan jika ada lafadz yang memiliki makna bahasa dan makna syari’ maka lafadz tersebut diartikan dengan makna syari’.

Dan hijrah memiliki pemahaman luas, ada yang memahaminya bahwa hijrah adalah meninggalkan kebatilan, menyebarkan al-haq, meninggalkan perbuatan mungkar, melaksanakan amal sholeh,meninggalkan kemaksiatan dan pindah dari negri kafir menuju negri islam.

Ayat tentang hijrah

Alloh SubhanahuWataa’ala berfirman dalam surat Annisa ayat 97

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيراً * إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً * فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوّاً غَفُوراً

Artinya : “ Seungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam  keadaan menzolimi sendiri mereka para malaikat bertanya,”bagaimana kamu ini? “mereka menjawab,”kami orang-orang tertindas dimuka bumi (mekah)”. Mereka para malaikat bertanya,”bukankah bumi Alloh itu luas , sehingga kamu dapat berhijrah dari bumi itu?’’ maka orang-orang itu tempatnya di neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.(QS.An-nisa:97).

Dan firman Alloh SubhanahuWataa’ala dalam surat Al-Ankabut ayat 56

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ

Artinya : “ Wahai orang-orang yang beriman sungguh bumiku luas,maka sembahlah aku. saja.(QS Al-Ankabut:56)

 

Adapu hadits tentang hijrah banyak riwayatnya, salah satu diantaranya hadits yang disampaikan oleh Imam Ahmad dan Addaromy dari jalur Mua’wiyah:

وعن معاوية – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة ، ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها ” . رواه أحمد ، وأبو داود ، والدارمي

Dari Mua’wiyah Rodhiyallohuanhu berkata Rosululloh Sholallohualaihissalam bersabda: tidak akan terputus hijrah sampai terputusnya taubat dan tidak akan terputus taubat sehingga matahari terbit dari arah barat(hari kiamat)”.(HR Imam Ahmad, Addaromy)

Berkata ibnul Mulki: bahwa maksud hijrah didalam hadits ini adalah hijrah dari kafir menuju keimanan, dan dari negri syirik menuju kenegri islam, dan dari maksiat kepada taubat.(3)

Hukum berhijrah

Hijrah adalah merupakan salah satu urgensi dari penopang da’wah islamiyah. Hijrah memiliki pemahaman sejarah,hal ini bisa terlihat ketika  nabi Muhammad dan para sahabatnya meninggalkan makkah yang disiksa oleh gembong quroisy makkah, kemudian menuju  negri madinah yang semua penduduknya menolong mereka. Alloh SubhanahuWataa’ala berfirman dalam surat Al-anfal ayat 30

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Artinya:” dan ingatlah ketika orang-orang kafir(quroisy) memikirkan tipudaya terhadapmu(Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau untuk membunuhmu,atau mengusirmu. Mereka membuat tipudaya dan Alloh menggagalkan tipudaya itu. Alloh adalah sebai-baik pembalas tipudaya”.(QS Al-Anfal: 30)

Lalu Alloh berfirman dalam surat Al-hasyr ayat 9

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُـحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya:”Dan oran-orang (Anshor) yang telah menempati madinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin) mereka mencintai orang yang berhijrah ketempat mereka, dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka(muhajirin) dan mereka mengutamakan (muhajirin) atas dirinya sendiri meskipun mereka juga memerlukan. Dan barangsiapa yang dijaga dirinya dari kekikiran maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”.(QS Al-hasyr : 9)

Dan sungguh telah banyak hikmah yang Alloh kisahkan dalam al-quran berkenaan dengan orang-orang yang mau berhijrah, dari hikmah tersebut adalah sebagai bukti kejujuran iman seorang mukmin yang semangat dalam menjaga agama mereka. Maka hijrah hukumnya adalah wajib bagi seorang mukmin yang tidak mampu menampakkan agama islamnya di negri kafir. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Ustaimin dalam fatwa beliau tentang hijrah dan bermukim di negri kafir, beliau mengatakan:”wajib bagi seorang mukmin yang tidak mampu menampakkan keislamannya untuk berhijrah dari negri musyrik menuju negri islam. Karena tidak akan sempurna islamnya jika tidak mampu menampakkan keislamannya, sehingga wajib baginya berhijrah”. Hal ini senada dengan kaidah “sesuatu yang tidak bisa menjadikan tegaknya wajib kecuali dengan sesuatu tersebut maka sesuatu tersebut wajib diadakan.

Kemudian syekh ustaimin menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan negri musyrik;”yaitu negri yang didalamnya didirikan syiar-syiar kekafiran dan tidak didirikan syiar-syiar islam seperti adzan,sholat jamaah,hari raya iduladha dan idulfitri, sholat jumat secara global dan menyeluruh. Dan jika syiar-syiar islam hanya bisa didirikan oleh segelintir orang islam, maka negri tersebut bukan negri islam.Imam nawawi berkata dalam kitab Roudhotutholibin “seorang muslim jika lemah ketika bermukin dinegri kafir dan tidak bisa menampakkan keislamannya, maka haram hukumnya tinggal dinegri tersebut dan wajib baginya berhijrah kenegri islam”.

Ayat dalam surat annisa diatas menunjukkan bahwa malaikat mencela bagi orang yang tidak mau berhijrah padahal mampu dan memilik kekuatan ,akan tetapi bagi yang tidak mampu maka tidak ada kewajiban berhijrah. jadi hukum hijrah dari negri kafir menuju negri islam adalah wajib bagi yang mampu berhijrah, akan tetapi bagi yang tidak mampu, maka tidak wajib. adapun jika seorang muslim tinggal disebuah negri kafir dan dia bisa melaksanakan dan menampakkan syiar agamanya, maka dia tidak wajib berhijrah.

Pokok permasalahan

Bagaimana jika seorang muslim bermukim dinegri yang berhukum selain hukum Alloh dan di negri tersebut mayoritas penduduknya muslim,serta. mampu menampakkan keislamannya dan didirikan syiar-syiar islam apakah dia berkewajiban hijrah?

Jika kita pahami dari pendapat syekh utsaimin maka tidak ada kewajiban berhijrah karena mampu melaksanakan agamaa,dan syiar-syiar agama islam bisa didirikan. Begitupula berdasarkan apa yang difatwakan imam nawawi dalam masalah ini. Maka letak permasalahannya adalah dikarenakan pemerintah dinegri ini tidak mau berhukum dengan hukum Alloh.

Kembali kami nukilkan fatwa syekh utsaimin dalam masalah berhukum dengan selain hukum Alloh. Ada pertanyaan yang diberikan kepada syekh utsaimin berkenaan dengan bolehkah kita mengecap kafir terhaadap seseorang secara langsung?. Maka fatwa beliau:” benar, kita boleh mengecap kafir terhadap seseorang secara langsung, kalau memang jelas sebab-sebab kekufurannya., andaikata kita mengetahui seseorang mengingkari kerosulan, atau kita mengetahui seseorang memperbolehkan berhukum kepada toghut atau memperbolehkan berhukum  tidak seperti apa yang diturunkan Alloh,lalu dia mengatakan hukum itu lebih baik daripada hukum Alloh padahal kita sudah menyampaikan hujjah kepadanya, maka kita bisa menghukuminya sebagai orang kafir secara langsung asalkan ada sebab-sebab dan syarat-syarat kekafirannya secara jelas. Kita harus mengajaknya kembali berhukum dengan hukum islam atukah menjatuhkan hukuman mati kepadanya”.(6)

Dari fatwa beliau ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa wajib bagi kita untuk mengajak orang-orang yang tidak mau berhukum kepada hukum Alloh untuk kembali berhukum dengan hukum Alloh, kembali kita harus menyerukan kebenaran dihadapan mereka. Dan selalu kita mengingatkan kepada mereka. Karena dengan kita selalu berjuang menyerukan Al-haq dihadapan mereka yang tidak mau berhukum dengan hukum Alloh maka secara tidak langsung kita sudah menjalankan syareat iqomatuddien.

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Artinya: Dia(Alloh) telah mensyareatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan Isa.Yaitu tegakkanlah agama dan kamu janganlah berpcah belah didalamnya, sangat berat bagi orang-orang musyrik untuk mengikuti agama yang kamu serukan kepada mereka.Alloh memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk keada agamaNya bagi orang yang kembali kepadaNya (QS. Assyuro :13)

Dan sabda Nabi

عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أفضل الجهاد كلمة الحق عند سلطان جائر أو أمير جائر) ]. أورد أبو داود

Dari abi said alkhudhry berkata Rosululloh sholallohualaihissalam bersabda: Jihad yang paling utama adalah perkataan benar(kalimatul haq) didepan penguasa dzolim.(diambil dari Abudawud)  imam Addzahaby mengatakan dalam talkhis hadist ini sholihul hadits (hadits benar)dan beliau mengkatagorikan derajat hadits ini adalah hadits hasan dalam kitabnya ‘’addhuafa’

Dari kedua dalil diatas maka kita dapat ambil kesimpulan bahwa kewajiban untuk menyeru mereka kembali berhukum dengan hukum Alloh (iqomatuddien) adalah disyareatkan.

Jika kita kaitkan dengan manakah yang lebih utama antara kita berhijrah dari negri tersebut ataukah kita harus menyampaikan kebenaran didepan penguasa yang tidak mau berhukum dengan hukum Alloh, maka bisa kita jawab yang lebih utama adalah iqomatuddien dengan jalan menyerukan kepada mereka untuk kembali berhukum dengan hukum Alloh tanpa menafikan(meniadakan) kewajiban hijrah. Karena dinegri tersebut kita bisa menampakkan agama islam kita. Termasuk didalamnya,terdapat potensi besar bagi kita untuk menyerukan Al-haq  dihadapan mereka yang tidak mau kembali kepada hukum Alloh. Maka kewajiban iqomatuddin lebih utama daripada hijrah. Wallohua’lam bisshowab

 

Maroji’

  1. Tafsir alquranulkarim fi surotinnisa’ karya syekh muhammad bin shleh al-utsaimin. Jild 1
  2. muqoddimah kitab hijroh makalah  DR Muhammad rotib annablisy( tanggal penulisan12-06-1995.)
  3. fatwa syekh ustaimin tentang bermukim di negri kafir dan seputar hijrah
  4. Majmu’fatawa wa rosai’il fadhilatussyekh muhammad bin shleh al-utsaimin. Penyusun fahad nashir assulaiman ,penerbit darulwathon linnasyr,riyadh. Cet.3,1411H
  5. Muroqotulmafatih syarhmisykatulmashobih,karya syekh ali bin shulton muhammad al-qori, penerbit darulfikri, cet.1422 H/2002 M
  6. Roudhotutholibin  halaman 282 jilid 10 karya imam nawawi

 

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s