Sikap kaum Munafiq Kepada Janji Alloh & RosulNya


Diriwayatkan dari Abuhakim dan Bayhaqi dalam kitab DalailunNubuwwah,tatkala Rosululloh  dan para sahabat tengah menggali  parit dalam persiapan memerangi perang Ahzab, sesuai usulan salman al-farisy, didapatkan sebongkah batu besar dalam alur parit yang digali, Dipecah susah, diangkat takkuat, disingkirkan akan menjadi titik lemah pertahanan . Setelah dilaoporkan pada Rosululloh Shollallohualaihissalam maka diambillah oleh beliau kampak besar, kemudian dipukulkan kepada batu tersebut,  dan memancarlah api keatas lalu  menerangi sekeliling batu tersebut.  Maka bertakbirlah beliau, serta serentak kemudian para sahabat disekelilingnya mengikuti takbir beliau. Namun batu itu belum pula hancur.

Rosululloh Shollallohualaihissalam Kmbali mengangkat kampak  dan dipukulkan ke batu tersebut untuk dipukulkan kedua kalinya, pukulan kedua  juga menimbulkan percikan api sebagaiman hantaman yang pertma, Beliu Shollallohualaihissalam bertakbir dan diikuti takbir para ssahabat. Batu itu belum juga dapat disingkirkan sehingga beliau takbir untuk ketiga kalinya dan diikuti oleh para sahabat.

Ditanyakan kepada beliau Shollallohualaihissalam mengapa bertakbir dalam setiap usai menghantam batu, Lalu beliau menjelaskan “ bahwa pada percikan yang pertama dinampakkan padaku istana putih kaisar persia di kota madain,  dan Jibril mengabarkan kepadaku kelak umatku akan menguasainya. Pada percikan yang kedua di nampakkan kepadaku istana  hiroh dibumi Romawi, lalu Jibril mengabarkan kepadaku kelak umatku akan menguasainya, lalu dipercikan yang ketiga dinampakkan kepadaku istana Shan’ah di bumi  Yaman, dan Jibri mengbarkan kepadaku kelak umaatku akan menuasainya”.

Mendengar keterangan itu lalu orang-orang munafiq seakan-akan mendapatkan amunisi baru untuk agitasi melemahkan keteguhan keimanan orang-orang mukmin, sehingga  menguatkan  black propaganda mereka,”… Sungguh menakjubkan apa yang dikatakannya, dia membual, melambungkan angan- angan dan mejanjikan kepada kalian janji – janji yang muluk muluk, katanya akan menguasai istana persia, mengalahkan Romawi  dan menguasai Shana’a, padahal hari ini mereka menggali parit dan tak mampu menyingkirkan batu yang menghalangi”.

Berita itu sudah pasti didengar  dan diketahui  oleh Yang Maha Mendengar  dan Yang Maha Mengetahui. Rosululloh pun sudah mengetahui dan mendengar perihal  prilaku orang-orang munafiq  yang dikabarkan oleh Al-Alim  Al-Khobir Alloh Subhanahu WaTa’ala. Bukan Nabi shollallohualaihissalam yang menjawab propaganda hitam kaum munafiqin tersebut, akan tetapi Alloh sendiri yang menghadapinya.

وإذ يقول المنافقون والّذين في قلوبهم مّرض ما وعدنا الله ورسوله إلا غرورا                

Dan ingatlah tatkala orang-orang munafiq dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya mereka berkata,”Alloh dan RosulNya tidak menjanjikan kepada kami melainkan hanya tipu daya”.(Al-ahzab : 12)

Berita yang sama, akan tetapi sikap yang muncul dalam penerimaan berita al-haq sangatlah berbeda antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafiq, orang-orang mukmin bertambahlah keyakinan mereka bahwa janji Alloh pasti akan ditepati, dan rasa pasrah merekapun semakin tinggi, batu cobaan didalam perang ahzab inipun merekayakini  hanyalah ujian terhadap keimanan mereka dan akan mudah di emban. Terlebih  setelah mereka mendapatkan kabar yang disampaikan oleh Alloh dan RosulNya.

ولمّا رءا المؤ منون الأحزاب قالو هذا ما وعدنا الله ورسوله  وصدق الله ورسوله ومازادهم إلّا إيمانا وتساليما

Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mreka berkata ,”inilah yang dijanjikan oeh Alloh dan RosulNya kepada kita”. Dan benarlah Alloh dan RosulNya , dan yang demikian itu tidaklah menambahi kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.( Al-Ahzab : 22)

Hari ini, seluruh umat islam yang berkomitmen daalm  iqomatuddinNya diuji,,  lewat tangan-tangan musuhNya. Dengan ujian tersebut Alloh bermaksud hendak ingin mengetahui siapakah yang sungguh-sungguh komitmennya  dan siapa yang palsu.

Aakan tampak siapa yang pada saat longgar membuang waktu dan berlagak gagah berani, sedang pada saat ujian datang menajadi orang yang paling takut akan musuh-musuhnya sehingga menjual rahasia teman-temannya kepada musuh untuk melumpuhkan dan menghabisi kawan-kawannya.[Na’udzubillah Tsumma Na’udzu billah]. Menjadi lawan untuk menyampaikan propaganda yang melemahkan syaraf dan ketahanan para penegak dien, sementara dia tidak menyadari alias pura-pura tidak mengetahuinya.

Sesungguhnya  setiap keadaan tentu ada akhirnya.Dan Alloh janjikan kepada mereka yang sabar dengan pahala yang tiada batas.

إنّما يوفّى الصّابرون أجرهم بغير حساب

Dan hanya orang-orang yang sabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.(Azzumar : 10)

Bagi siapa yang dirohmati oleh Alloh untuk bisa melewatinya maka dia lulus. Dan barangsiapa yang gagal menempuhnya …. maka janganlah dia mencela selain dirinya sendiri.

Bakhil, tajam mulut disaat aman, pengecut diwaktu datang ujian.

أشحّة عليكم فإذا جاء الخوف رأيتهم ينظرون إليك تدور أعينهم كالّذي يغشى عليه من الموت فغذا ذهب الخوف سلقوكم بألسنةٍ حدادٍ أشحّة على الخير أولئك لم يؤمنو فأحبط الله أعمالهم وكان ذلك على الله يسيراً

Mereka bakhil terhadapmu , apabila datang ketakutan , kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti mata orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang mereka mencaci kamu dengan lidah yang  tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan, mereka itu tidak beriman, maka Alloh menghapuskan amal mereka, dan yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. (Al-Ahzab :19)

Ayat diatas diturunkan oleh Alloh dalam rangkain kisah  yang menyingkap tabir rahasia orang-orang munafiq. Disebutkan disini bukan untuk menghakimi, karean kita Du’at bukan Qudhot. Tentu kita aindexgar dapt terhindar dari benih – benih kemunafikan, karena barangsiapa yang padanya  terdapat indikator dari benih-benih kemunafikan tersebut maka predikat kemunafiakan akan melekat padanya.

Diantara tanda-tanda orang munafiq adalah enggan ketika diajak untuk berbuat baik, terutama yang ada padanya unsur pengorbannan,waktu, tenaga, terutama harta.mereka bakhil, tetapi dalam waktu yang sama mereka menghujam kritikan yang amat tajam, cenderung menyakitkan daripada membangun. Disaat aman tampil bak pahlawan, namun dikala ada ujian datang mereka memandang orang-orang yang istiqomah dalam imannya dengan mata terbeliak seolah-olah kematian datang menjelang. Dan nanti ketika keadaan telah kembali tenang,  kembali mereka tampil dengan lidah tajamnya dan tetap didalam kebakhilanya…

Saudaraku,,, Ihwah-ikhwahku yang dicintai oleh Alloh,,,,

Tidak tepat menilai orang yang longgar tidak ada masalah. Lihatlah orang-orang yang akrab ditimpa musibah dan kesulitan menghadang…. mari kita timbang diri kita dengan jujur pada saat situasi kondisinya menyingkap seluruh kepalsuan, membuka topeng tempat karakter–karakter buruk tersembunyi. Tentunya hal ini dengan tujuan mengetahui dan menilai diri kita sendiri, kemudian mengambil pelajaran dari apa yang menimpa pada sudara kita yang bertekad kuat untuk menegakkan dien ini…

Tingginya dahan harus diimbangi dengan menghujamnya akar ke bumi, jika tidak, tak akan mampu menahan tiupan angin,,, Walloh a’lam

 

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s