Dengan Apakah Seorang Muslim itu Menjadi Kafir?


Sesungguhnya Ahlus sunnah tidak menyukai dengan bid’ah Khawarij dan orang-orang yang berlebihan dalam takfir, tawaquf, dan tabayun dan ahli kesesatan.

Ahlus sunnah juga tidak suka dengan bid’ah Jahmiyah dan Neo Murji’ah (Murji’atul ashr) yang mengaku-aku salafi yang mana kelompok ini sesat dan menyimpang dari jalan yang benar yang mana mereka ini lebih berbahaya bagi Islam daripada Khawarij dan ahlul ghuluw, karena manhaj dan madzhab mereka tidak bisa diterima oleh fitrah manusia. Maka manusia tidak menerima pemikiran-pemikiran ini yang mengkafirkan seluruh muslimin atau tawaquf (tidak menganggap kafir sama sekali) terhadap mereka (yang berbuat kekufuran).

Akan tetapi bahaya yang sesungguhnya bagi Islam dan kaum muslimin adalah Neo Murji’ah yang mengaku-aku salafi padahal salaf berlepas dari mereka, dan mengaku ahlus sunnah akan tetapi mereka berpecah dari sunnah dan menyelisihinya dalam masalah usul dan furu’, mereka menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengedepankan pendapat-pendapat mereka serta mengedepankan faham syekh-syekh mereka daripada faham para sahabat dan Ahlul atsar, padahal mereka mengaku-aku pengikut Ahlul hadits dan ahlul atsar.

Bahayanya Neo Murji’ah yang mengaku-aku salafi ini yaitu mereka mengangkat syiar-syiar sunnah dan salaf untuk merancukan manusia dalam dien mereka (sehingga manusia tidak mengetahui mana yang hak dan batil sesungguhnya), padahal syiar-syiar mereka tidak bisa membodohi maupun menipu kecuali orang-orang yang mau dikurung akalnya dan ditulikan telinganya dari mendengar yang haq serta ditutup matanya dari melihat dalil-dalil qath’i. Apalagi setelah Lajnah Da’imah dan Hai’ah Kibaaril ulama berfatwa agar waspada terhadap mereka (Neo Murji’ah) dan dari ancaman bahaya mereka terhadap madzhab Ahlus sunnah karena kebodohan mereka (Neo Murji’ah) dan ta’lim mereka dan penisbatan diri mereka sebagai salaf dengan dusta, dan pengeksisan madzhab mereka yaitu Murji’ah yang keji dan penisbatan diri mereka  pada Ibnu Taimiyah dan salaf.

Mereka (Neo Murji’ah) berkata bahwasannya iman itu adalah pembenaran (tasdiq) saja maka kekufuran itu tidak terjadi kecuali dengan pendustaan (takdzib) dan pengingkaran saja serta penghalalan dan keyakinan hati semata. Kemudian berdasarkan aqidah yang rusak ini mereka membagi kekufuran menjadi dua bagian, mereka berkata bahwa kufur itu ada dua, kufur secara aqidah (kufrun I’tiqad) dan kufur karena perbuatan (Kufrun amal). Kufrun I’tiqad adalah kufrun akbar yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam sedangkan kufrun amal adalah kufur kecil yang tidak sampai mengeluarkan seseorang dari islam. Maka mereka (Neo Murji’ah) tidak mengkafirkan terhadap amal perbuatan yang mengkafirkan. Dan berdasarkan madzhab mereka yang sesat dan menyimpang mereka berkata bahwasannya orang yang meninggalkan amal perbuatan anggota tubuh (amal jawarih) secara keseluruhan (contoh : meniggalkan shalat, zakat) padahal memiliki kemampuan dan keleluasaan serta tidak ada penghalang baginya (untuk melakukan amal itu) mereka adalah muslim bukan kafir.

Dan mereka berkata bahwa orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan tetap muslim dan bukan kafir.

Dan mereka berkata bahwa orang yang meninggalkan tauhid, pelaku syirik akbar adalah muslim yang berudzur dengan kebodohannya dan jika dia mati dalam kesyirikannya dan kekufurannya maka dia masuk surga karena dia muslim.

Dan mereka berkata bahwa orang yang meninggalkan kewajiban berhukum pada hukum Allah, pembuat syari’at selain Allah, pengganti undang-undang Allah adalah muslim karena dia tidak kufur dalam aqidah dan tidak bermaksud untuk kufur sedangkan dia bersyahadat maka kekufuran maupun pembatal keislaman tidak berlaku baginya karena tidak ada kekufuran karena amal perbuatan akan tetapi yang ada hanyalah kekufuran karena aqidah, pengingkaran dan niat/maksud saja.

Dan yang menjadi musibah adalah mereka orang-orang Neo Murji’ah pengaku-aku salaf ini menuduh siapa saja yang menyelisihi mereka, mereka sebut sebagai takfiri, orang yang tasyaddud dan ghuluw(berlebih-lebihan). Dan mereka terus menerus dalam kedustaan itu sehingga sampai Lajnah Da’imah memperingatkan mereka dan ulama-ulama kibar memperingatkan mereka, para ulama Ahlus sunnah pengikut salaf pun sampai menulis berbagai kitab dan karangan, menampakkan tipu daya mereka (Neo Murji’ah) dan rusaknya madzhab mereka dan bahwasannya madzhab mereka itu madzhab Jahmiyah dalam masalah kufur dan madzhab murji’ah dalam masalah iman, Dan menasehati mereka agar bertaubat dan kembali pada madzhab salaf dan belajar ilmu syar’i dari ahlinya.

Sumber : diterjemahkan secara ringkas dari “Al-kufru bit Thaghut bainal ghuluw Al-Khawarij wa tafriith Al-Murji’ah” tulisan syekh Abu Salman Abdullah bin Muhammad Al-Ghulaifi. Alih bahasa : Abu Royyan

Silahkan tuliskan pertanyaan anda disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s